Kamis, 26 Januari 2012

Jalan Poros Mamasa Menyedihkan


MAMASA--Jalan poros Polewali Mamasa yang berjarak 96 KM sungguh sangat menyedihkan. Hal tersebut diungkapkan Bupati Mamasa, Drs H Ramlan Badawi, saat berdialog dengan para warga masyarakat Messawa dalam rangka kunjungan kerja bupati di Kec Messawa, Selasa (24/1) kemarin di aula pertemuan kantor Kecamatan Messawa.
"Saya sangat sedih melihat kondisi jalan ini, betul-betul penuh genangan air," ungkapnya, menjawab pertanyaan dari tokoh masyarakat seputar keluhan akibat parahnya jalan tersebut.
Bupati mengakui, melihat kondisi jalan yang sangat rusak berat. Pihaknya akan berupaya keras agar secepatnya diperbaiki. "Mudah-mudahan melihat hal ini, Pak Gubernur bisa memperhatikan. Jangankan masyarakat, kita sendiri jika melalui jalan ini sepertinya tak sanggup merasakan goncangan akibat parahnya kerusakan jalan ini," ujarnya.
Itulah sebabnya, dia mengganti nama jalan ini menjadi jalan genangan air mata. Artinya, setiap pengendara yang sempat menikmati kondisi jalan ini pasti akan merasakan goncangan sampai-sampai keluar air mata. "Lucu tapi fakta," tandas bupati. Pernyataan bupati ini disambut riuh oleh para undangan yang hadir. Akibat parahnya jalan poros tersebut, selama sebulan sudah tiga truk pembawa sembako jatuh ke jurang dan sampai saat ini belum diangkat. Kondisi jalan ini berliku dan terjal sehingga jika ada kendaraan yang celaka dan terperosok ke jurang, bisa dipastikan 90% merenggut nyawa. Bukan hanya itu, tahun 2010 kemarin pernah dibenahi akan tetapi jalan tersebut tidak berlangsung lama karena kontraktornya abal-abal.

Sumber: upeks
Baca Lanjutannya..

Minggu, 06 November 2011

Kejari tidak Istimewakan Mantan Bupati Mamasa


MamasaOnline - Pihak Kejaksaan Negeri Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengaku tidak mengistimewakan mantan bupati Mamasa, salah satu dari 24 terpidana kasus korupsi APBD Mamasa, dengan ancaman hukuman penjara 1,8 tahun.

Kepala Seksi Pidana Khusus, Muhammad Rizal di Polman, Kamis, menuturkan, bahwa dari 24 terdakwa kasus korupsi APBD Mamasa, tidak ada yang dianggap istimewa meskipun pernah memiliki jabatan tinggi.

"Ke-14 terpidana yang belum menyerahkan diri di antaranya mantan Bupati Mamasa, Obed Nego Depparinding yang diberhentikan kerena kasus tersebut, sekaligus dia juga merupakan mantan Ketua DPRD Mamasa periode 2004-2009, tetap akan kita eksekusi," tegasnya.

Belum tertangkapnya 14 terpidana yang salah satunya melibatkan orang ternama di Mamasa itu hanya karena persoalan teknis dan Kejari Polman sebagai eksekutor telah melakukan upaya untuk menangkap seluruh terdakwa yang sebentar lagi akan ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang itu.

"Memang benar, Obed Nego mengajukan permohonan kepada Kejari Polman untuk penundaan eksekusi dengan alasan sedang mengikuti upacara adat warga Mamasa yang kebetulan dirayakan akibat saudara kandungnya meninggal dunia," jelas Rizal.

Dia mengaku, adat warga Mamasa memang seperti itu dan wajar jika diberikan kebijakan. Selain upacara adat ini melibatkan banyak warga, Kejari juga harus mempertimbangkan sisi keamanan, kemanusiaan, dan beberapa pertimbangan lain.

Pada lain hal, Kejari juga telah mengirimkan surat penegasan kepada mantan orang nomosr satu di Mamasa itu untuk menyerahkan diri dan segera menjalani eksekusi selama 1,8 tahun penjara di Rumah Tahanan Kelas II B Polman.

"Bukan hanya kepada Obed Nego, kami telah menyampaikan kepada seluruh terpidana agar menyerahkan diri hingga awal November 2011. Jika tidak dihiraukan, akan melakukan tindakan tegas, sebab kami telah memberikan kebijakan kepada mereka," tegsanya.

Rizal juga membantah, tidak tertangkapnya sisa terpidana yang belum menjalani eksekusi bukan merupakan perlakuan spesial. Proses eksekusi dan penangkapan dilakukan bertahap dan dimulai dari terpidana yang paling mudah ditangkap.

Sebalumnya, Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan bersalah kepada 24 mantan Anggota DPRD Mamasa periode 2004-2009, yang terbukti melakukan penyalahgunaan APBD Mamasa sebesar Rp1,2 miliar dan dijatuhi hukuman penjara masing-masing 1,8 tahun.

Sumber: Antara Baca Lanjutannya..

Pemkab Mamasa Butuh Investasi Swasta


Mamasaonline - Pemerintah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, sangat membutuhkan keterlibatan investasi swasta dalam rangka percepatan pembangunan di wilayah itu.

Hal ini disampaikan Asisten II Pemkab Mamasa, Oktavianus dalam temu wicara dengan anggota Komisi VI DPR RI di Mamuju, Selasa.

Menurut dia, daerah Mamasa salah satu kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Polman dan masih sangat tertinggal jauh dari empat kabupaten lain di Sulbar.

Untuk mempercepat laju pembangunan di daerah Mamasa, lanjutnya, maka daerah ini membutuhkan keterlibatan campur tangan dari investor.

"Kemanpuan APBD Mamasa tidak akan bisa mempercepat laju pembangunan di daerah kami tanpa ada investasi," katanya.

Oleh karena itu, pemerintah kabupaten Mamasa akan mempermudah apabila ada minat investor yang berkeinginan melakukan investasi di daerah itu.

"Daerah Mamasa merupakan daerah kaya dengan potensi alam, baik pada sektor pertambangan, pariwisata dan perkebunan. Namun, potensi ini masih tidur dan perlu dibangunkan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan ekonomi masyarakat Mamasa," ungkapnya.

Ia mengatakan, kehadiran Komisi VI DPR RI bersama mitra kerja seperti Kementerian perdagangan, Kementerian Perindustrian, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan mitra kerja lainnya tentunya bisa memberikan kontribusi positif terhadap daerah Mamasa yang saat ini masih tertinggal.

Salah satu potensi perkebunan yang bisa dikembangkan adalah komoditi Kopi, Cengkeh, Kakao maupun pengembangan industri rotan.

Belum lagi, kata dia, potensi pengembangan pariwisata Mamasa cukup menjanjikan untuk menarik minat wisatawan masuk ke Mamasa.

"Pengembangan pariwisata di Mamasa terus kami kembangkan sembari meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan," katanya.

Ia menyampaikan, Mamasa yang telah dicanangkan sebagai daerah destinasi pariwisata Sulbar sangat proseptif untuk dikembangkan, namun itu juga butuh dukungan investasi dari kalagan swasta.

Selain itu, ujarnya, pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan Mamuju dan Mamasa saat ini masih dalam tahap perbaikan.

Tentunya, kata dia, dengan terbangunnya akses jalan ini maka akan semakin mendukung pembangunan ekonomi karena interkoneksi jalan sudah sangat memadai.

Sumber: Antara Baca Lanjutannya..

Minggu, 23 Oktober 2011

Menyambut Kegiatan Pelatihan Jurnalistik MC di Malino

@Catatan Blogger

Bila tak ada aral melintang, Pelatihan Jurnalistik Mamasa Community (MC) akan berlangsung di Malino, Gowa dari 29-30 Oktober 2011. Ini adalah kegiatan offline pertama, dengan skala besar, yang dilakukan oleh komunitas maya Mamasa.

Pada jadwal resmi yang diterbitkan panitia pelatihan di laman Grup MC, sejumlah tokoh masyarakat Mamasa, termasuk Bupati Mamasa Drs.
H.Ramlan Badawi, MH dijadwalkan akan hadir di Malino, Gowa: sebuah kota wisata dan sejarah, sekitar 70-km dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pemimpin Redaksi Harian Radar Timika yang asal Mamasa, Ir Octovianus Danunan  juga hadir bersama rekannya dari grup media Jawa Pos, DR.Sukriansyah Latif sebagai pemateri Journalism.  Sejumlah profesional Mamasa seperti Darman Ardi S,sos, Drs, Mithen Lullulangi' MT, Drs.Arizenjaya juga akan  membawakan materi pelatihan.

Founder dan admin MC, Tombi Bangalangi.ST dijadwalkan hadir pada kegiatan yang mendapat perhatian luas komunitas online dan offline Mamasa ini. Saya diundang ikut berbagi pengalaman, terutama keterlibatan saya belakangan ini dalam pengembangan social media, termasuk mengelola media online.

Sesungguhnya, saya tidak banyak mengetahui Kabupaten Mamasa, kebudayaan dan apalagi dinamikanya. Pengetahuan saya sebatas informasi dari liputan media, lokal maupun nasional, yang masih sangat minim. Saya hanya beberapa kali berkunjung ke daerah tujuan wisata utama Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) ini. Dua kali sebelum berpisah dari Kabupaten Polewali Mamasa, dan dua kali setelah defenitif jadi Kabupaten Mamasa. Tambahan lagi, bergaul dekat dengan komunitas Mamasa di Makassar dan beberapa kali diundang membawakan materi pada pelatihan kepemimpinan di lingkungan Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa (PPGTM). Dan,  belakangan ini aktif berinteraksi melaui jejaring sosial di Internet.

Barangkali yang cukup signifikan adalah keterlibatan saya mengelola Blog Mamasa Online [ http://mamasa-online.blogspot.com/]. Bagi saya, blog Mamasa Online cukup fenomenal karena beberapa sebab:

1. Dibuat dan dikelola dari tempat yang relatif jauh oleh seseorang yang tidak begitu dikenal dan mengenal Mamasa tetapi bisa membaca kebutuhan komunitas ini.

2. Blog Mamasa Online hingga kini masih menjadi media informasi yang cukup luas (karena banyaknya konten) dan berada di rangking atas di mesin pencari (search engine) Internet.

3. Blog Mamasa Online pernah menjadi top hit sedunia.  Banyak dikutip blogger Internasional karena postingan mengenai fenomena Mayat Berjalan (walking dead). Komunitas Online menggelari Mamasa sebagai pusat mistik terbesar di pulau Sulawesi.

4. Blog Mamasa Online pernah dikenal publik Indonesia karena menjadi pangkalan informasi kegiatan aksi sosial komunitas jejaring sosial di dunia maya, termasuk admin dan members Mamasa Community (MC), pada aksi peduli Ummi Damayanti si  bocah berulat (gimana ya kabar adik itu sekarang?).

Bagaimana hal itu bisa terjadi,berikut cerita di balik semua itu, akan saya share ke peserta pelatihan Jurnalistik Mamasa Community (MC) nantinya.


Ketika diminta oleh panitia pelaksana Pelatihan Jurnalistik Mamasa Community ( MC), saya langsung menyanggupi karena  beberapa alasan:

1. Saya ingin bertemu langsung members Mamasa Community (MC) yang sehari-hari berinteraksi melalui internet.
2. Saya ingin menjadi bagian dari generasi muda Mamasa yang mencari pijakan untuk melakukan lompatan-lompatan untuk pemberdayaan diri dan komunitasnya.
3. Saya melihat jejaring sosial, social media sebagai sarana pemberdayaan, yang kalau dimanfaatkan secara benar, akan membantu menempatkan, terutama generasi muda Mamasa, di posisi yang tepat dalam  gelombang peradaban.
4. Saya ingin membayar hutang budi kepada senior kita 
Ir Octovianus Danunan yang dengan caranya yang unik memotivasi dan terus memberi semangat. Saya selalu teringat kata-kata Bpk. Dahlan Iskan, bos raksasa media grup Jawa Pos-sekarang menteri BUMN Kabinet Indonesia Bersatu Jilit II, dalam bukunya yang secara khusus dikirim Pak Octo kepada saya: "Kaya bermanfaat, Miskin Bermartabat."

Saya yakin, keterlibatan Pak Octo di Mamasa Community (MC) adalah bagian dari upayanya berbagi: membagikan kekayaan, terutama ilmu dan pengalaman untuk pemberdayaan masyarakat Mamasa.
 

Akhirnya, saya berharap kegiatan ini sukses: karena ketekunan teman-teman panitia Pelatihan Jurnalisitik Mamasa Online (MC). Bermafaat: karena iktiar peserta menyerap ilmu dan pengalaman para pemateri dan mempraktikkan dalam kehidupan.

Salam Sukses.

Stepanus Wilfrid Bo Do - Blogger

Baca Lanjutannya..

Senin, 17 Oktober 2011

KPU Tetapkan AAS Pemenang Pilgub Sulbar

Mamasaonline - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Barat, secara resmi menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Anwar Adnan Saleh - Aladin S Mengga (AAS) sebagai pemenang pemilihan umum kepala daerah gubernur (Pilgub) 10 Oktober 2011. Ketua KPU Sulbar, Andi Nahar Nasada, saat memimpin rapat plono penghitungan dan penetapan perolehan suara hasil pemilihan gubernur yang di gedung PKK Mamuju, Senin. Rapat pleno rekapitulasi penghitungan dan penetapan perolehan suara hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur tersebut dihadiri empat anggota KPU Sulbar masing-masing, Suardi Mappeabang, Nurdin Passokkori, Supriadi dan Siti Aminah. Selain itu juga dihadiri Ketua Panwaslu Sulbar, Lukman, anggota Panwaslu, Busran Riandi, para ketua KPU se-Sulbar, Kapolres Mamuju, AKBP Darwis Rincing dan para saksi dari tiga pasangan calon yang ikut berkompetisi di pilgub yang baru saja digelar di provinsi itu. Menurut Andi Nahar Nasada, berdasarkan hasil perhitungan suara dari lima kabupaten di Sulbar, maka dirinya selaku penyelanggara pilgub menetapkan pasangan AAS yang didukung partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Demokrat, Partai Hanura, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Karya Peduli Bangsa dan 29 partai non parlemen dinyatakan unggul dengan perolehan suara sebesar 296.633 suara. "Pasangan AAS berhasil menguasai perolehan suara di empat kabupaten dari lima kabupaten yang ada di Sulbar. Kemenangan pasangan AAS ini diperoleh di Kabupaten Majene sebesar 41.100 suara, Mamasa sebesar 51.942 suara, Mamuju sebesar 118.631 suara dan di Mamuju Utara sebesar 29.063 suara," ungkap Nahar. Ia menyampaikan, kabupaten Polman menjadi milik pasangan Ali Baal Masdar - Tashan Burhanuddin dengan perolehan suara sebesar 104.734 suara. Pasangan nomor urut tiga ABM-TA yang didukung tiga partai politik meliputi Partai Gerindra, Partai Demokrasi Kebangsaan dan PNI Marhaenisme, berada pada urutan kedua perolehan suara dengan total dukungan dari lima kabupaten sebesar hanya 198.679 suara. Selain itu pasangan cagub, Salim S Mengga - Jawas Gani dengan nomor urut satu yang didukung enam partai politik meliputi Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Barisan Nasional (Barnas), Partai Persatuan Daerah Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Buruh, mendulang sebanyak 110.905 suara. Nahar Nasada menyampaikan, dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pilgub Sulbar sebanyak 819.848, hanya sekitar 612,087 yang memberikan hak suaranya. "Tercatat sekitar 207.761 orang yang tidak menyalurkan hak politiknya. Ini ini menggambarkan tingkat partsipasi pemilih di Sulbar belum menjanjikan,"jelasnya. Secara umum kata dia, pelaksanaan pilgub yang dua kalinya digelar di provinsi ini terbilang lancar, aman dan kondusif, walaupun beberapa waktu yang lalu mungkin masih ada yang melakukan aksi protes bahkan di antara pasngan calon akan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.(Antara) Baca Lanjutannya..