Selasa, 10 November 2009

MAYAT BERJALAN VERSI TORAJA


MO--Mayat berjalan, tidak hanya menjadi cerita dari Mamasa. Rupanya di Toraja pun ada cerita-cerita yang sama. Berikut ini cerita seorang blogger, pengalamannya menyaksikan mayat berjalan.
Sebagai orang Toraja asli, saya sangat sering ditanya oleh teman2 tentang uniknya kebudayaan Tana toraja khususnya tentang fenomena mayat berjalan. saya sendiri lahir dan tumbuh besar di Tana Toraja sehingga saya mengetahui tentang adat & kebudayaan di Tana Toraja walaupun tidak menguasai secara keseluruhan tentang asal usul dan segala macam tetek bengek adat Toraja.
Cerita mayat berjalan sudah ada sejak dahulu kala. ratusan tahun yang lalu konon terjadi perang saudara di Tana toraja yakni orang Toraja Barat berperang melawan orang Toraja Timur. dalam peperangan tersebut orang Toraja Barat kalah telak karena sebagian besar dari mereka tewas, tetapi pada saat akan pulang ke kampung mereka seluruh mayat orang Toraja Barat berjalan, sedangkan orang Toraja Timur walaupun hanya sedikit yang tewas tetapi mereka menggotong mayat saudara mereka yang mati, karena kejadian tersebut maka peperangan tersebut dianggap seri. pada keturunan selanjutnya orang-orang Toraja sering menguburkan mayatnya dengan cara mayat tersebut berjalan sendiri ke liang kuburnya.
Fenomena “Mayat berjalan” itu saya sendiri pernah menyaksikannya secara langsung. kejadian tersebut terjadi sekitar tahun 1992 (saya baru kelas 3 SD). pada saat itu di desa saya ada seorang bernama Pongbarrak yang ibunya meninggal. seperti adat orang Toraja sang mayat tidak langsung dikuburkan tetapi masih harus melalui prosesi adat penguburan (rambu solo’). saat itu setelah dimandikan mayat sang ibu diletakkan di tempat tidur dalam sebuah kamar khusus sebelum dimasukkan kedalam peti jenasah. pada malam ketiga seluruh keluarga berkumpul untuk membicarakan bagaimana prosesi pemakaman yang akan dilaksanakan nanti. saat itu saya duduk di teras rumah maklum anak-anak jadi suka mondar mandir. namun setelah rapat selesai (sekitar jam 10 malam), tiba-tiba ada kegaduhan dalam rumah dimana beberapa ibu-ibu berteriak -teriak. karena penasaran saya berusaha melongok ke dalam rumah dan astaga sang mayat berjalan keluar dari dalam kamar, kontan saja saya dan teman2 saya berteriak histeris dan berlari menuruni tangga. saya berlari dan mendapatkan ayah saya sambil  histeris ketakutan. setelah itu saya langsung dibawa pulang kerumah oleh ayah dan  saya tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Keesokan harinya kejadian tersebut rupanya cukup heboh diperbincangkan oleh warga dan informasi yang saya dengar bahwa Pongbarrak yang melakukan hal tersebut. konon dia iseng aja untuk membuat lelucon pada malam itu.
Pada zaman sekarang sudah sangat jarang orang Toraja yang mempraktekkan hal tersebut walaupun masih banyak generasi yang memiliki ilmu seperti itu. akan tetapi mereka masih sering mempraktekkannya pada binatang seperti ayam atau kerbau yang diadu dalam keadaan leher terputus. Binatang seperti kerbau yang sudah dipotong kepalanya dan dikuliti habispun, masih bisa dibuat berdiri dan berlari kencang, mengamuk kesana sini!

Visit:
Mamasa Walking Dead
Ritual
Toraja Walking Corpse

oleh: Onesimus (http://onezimus.wordpress.com)

51 komentar:

sahid's blog mengatakan...

Waaaahhh,, ilmunya seru tuh buat di pelajari....!!! Supaya nggak cape' bawa jenazah ke kubur!!! heheheh

ato mengatakan...

sdh bnyk kali sy dengar cerita demikian.tp sampai skrg sy tidak prcaya dgn cerita trsebut.. :)

jumadi mappanganro mengatakan...

Bang Stef, ide membuat Mamasa Online ini sangat brilian. Menjadi media alternatif yang bisa melibatkan masyarakat sebagai pemasok informasi (citizen reporter). Media ini membuktikan, tanpa dana besar dan tenaga banyak, media yang berisi banyak informasi bisa hadir untuk pembaca di mana pun dia berada. Saya salut ide dan isi blog ini. Teruskan dan semoga makin baik.

Jeanot Nahasan mengatakan...

wuh,, mrindinG..,,
aq jg dah pernah dengar sih baNg..,,
slx aq org toraja asli...
tp blum pernah lihat langsung...
pasti klw lihat,, aq langsung keciruT lari2 sambil pipis celana............

nobert mengatakan...

klo cerita kaek gni sich biasa sy dengar cmn Smuanya dr orang2 mamasa kebanyakan N jujur bru kali ini sy bca bahwa yg kaek ginian ade jg d"TORAJA................

Anonim mengatakan...

Mengenai mayat berjalan setahu saya hanya di toraja..Mamasa sendiri adalah orang Toraja Sa'dan yg merantau...makanya budayanya hampir sama..Kalaupun ada di mamasa ya karena di bawa orang toraja sebagai asal usul ilmu mayat berjalan...btw gak perlu terlalu heboh kali..karena jaman dulu di toraja hal beginian mah biasa sebagai mana cerita yg turun temurun dari para leluhur...

apolos ahpa mengatakan...

Catatan saya dari cerita di atas:
- saya tidak pernah mendengar cerita dari orang tua bahwa ada peperangan antara Orang Toraja Timur dengan Orang Toraja Barat (Mamasa), karena keduanya pada dasarnya satu suku yang hanya dipisahkan oleh tempat. yang pernah berperang dengan orang Mamasa(pegunungan) adalah orang-orang bugis (orang pantai), dengan menggunakan ilmu (tes ilmu), dan dalam cerita ini bahwa orang Mamasa(pegunungan) ilmunya masih lebih unggul dari orang-orang pantai.
- Mengenai mayat yang berjalan, di Toraja Barat (Mamasa) hal ini bukan sesuatu yang bisa dicoba-coba,atau dipermainkan, akan tetapi ini terjadi karena suatu keharusan (tidak ada jalan lain), yang mana pada saat itu kan belum ada angkutan (ambulance) sehingga orang-orang pegunungan yang meninggal dalam perjalanannya (berada di daerah pantai), ya tidak ada jalan lain kecuali disuruh berjalan sendiri menggunakan kekuatan ilmu yang dimiliki oleh orang yang ditemaninya. Dan mayat yang berjalan itu tidak bisa ditegur, orang yang berpapasan dengannya tidak boleh heran atau berteriak histeris, karena pada saat orang menegur (orang berteriak histeris) pada saat yang sama apabila orang yang menegur (orang yang berteriak histeris) memiliki ilmu yang lebih tinggi dari orang yang menjalankan mayat tersebut, maka mayat itu akan jatuh berantakan di tanah, tetapi sebaliknya kalau orang yang menegur (atau berteriak histeris) tidak memiliki ilmu, maka orang tersebut yang hancur berantakan. Jadi mayat berjalan itu bukanlah suatu pertunjukan atau hal coba-mencoba ilmu, tetapi adalah sesuatu keharusan karena tidak ada jalan lain (kepepet). Ini resikonya sangat tinggi. Dan mayat berjalan itu ada pemandunya yang berjalan mendahului untuk memberitahukan kepada orang-orang bahwa ada mayat yang berjalan, jangan mengatakan sesuatupun.
- Jadi bagi saya sebagai orang Tabulahan (sub suku Mamasa), untuk cerita di atas saya masi ragukan kebenarannya... tapi ini cuma pendapat saja, bisa benar dan bisa juga tidak. ok, salama'

Aurora Wibrianne mengatakan...

Hii... ampun. merinding..

Anonim mengatakan...

yuuuuu... bs sampe gitu????
seram jg
jd takut, membayangkan bgmn klo aq yg lihat langsung,,,, duh mungkin langsung pingsan!

stwbod mengatakan...

Bung Apolos,
Terima kasih tanggapan Anda dan terutama informainya, saya sendiri tidak begitu yakin
tetapi dengan artikel ini saya jadi termotivasi untuk mencari ke sumber-sumber yang dekat dengan praktik ini, sejauh masih bisa didapatkan
Mamasa memang masih kurang dibahas dalam literatur tetapi, semoga pencarian kita menemukan titik terangnya....melalui diskusi ini

salam jurnalisme

Anonim mengatakan...

Aq jga org Toraja asli yg dah hampir 10 thun hdup di perantauan.stiap org tau klo sya dri Toraja hal sring ditanyakan adlah tntang cerita mayat berjlan. Scara pribadi aq jg blum pernah mlihat scara langsung, tpi dulu aq sering mndengar cerita dri paman sya yg kbetulan bertugas sbagai guru di daerah Simbuang. Dia yg biasa bercerita tntang adanya mayat berjalan. ya sperti yg dibilang sama Bung Apolos klo hal adanya ritual mayat berjalan krna terpaksa. dan mayat yg berjalan gak boleh ditegur.
Kalo memang ada yg mau mencari kebenaran tntang cerita ini itu sangat bagus.( JHON)

To mamasa mengatakan...

Ini bukan persoalan suku tapi ini masalah adat mamasa dengan adat TANA Toraja .Konon cerita yang pernah saya dengar bahwa ritual itu pernah dilakukan di mamasa . Mengenai Simbuang memang masuk daerah tana Toraja tapi simbuang lebih dekat dari mamasa sekitar 12 km dari Nosu (adat mamasa). Dan saya tidak pernah dengar cerita tentang kekalahan toraja barat karena suku toraja itu satu. Jelasnya bahwa ini bukan masalah suku. Dan justru teman-teman kampus saya yang dari tanah toraja yang sering bertanya kepada saya tentang mayat berjalan itu. Jadi mayat berjalan identik dengan adat mamasa setara dengan cerita gunung gandang dewata. Dan masalah mamasa dengan orang pantai memang konon pernah terjadi peperangan. Saya sangat sependapat dengan Apholos Ahpa. By To Mamasa.

Hasriel Sibala mengatakan...

Penasaran dengan KISAH MAYAT YANG DAPAT BERJALAN di Toraja???

Mari Berdiskusi dan Menyimak Gambar ini!

Silahkan Klik Link dibawa ini:

Link Topik diskusi :
http://www.facebook.com/photo.php?pid=383345&o=all&op=1&view=all&subj=98241506539&aid=-1&id=1680593833#!/topic.php?uid=98241506539&topic=15413

Link Gambar Mayat Yg Tampak Berdiri
http://www.facebook.com/photo.php?pid=383345&o=all&op=1&view=all&subj=98241506539&aid=-1&id=1680593833

Anonim mengatakan...

wauuuuuuuuu mantap.....!

Ralius Allosarira mengatakan...

kalian boleh percaya atau tidak tp memang hal ini nyata di kampung halaman saya, Tana Toraja....

Anonim mengatakan...

ini hanyalah sekadar gambar hiasan buknaya benar.

Anonim mengatakan...

ini hanyalah sekadar gambar hiasan bukanya benar.

Anonim mengatakan...

dengar boleh, percaya jangan. :-)

Anonim mengatakan...

ahhh tipu2 itu bukan berjalan tapi itu mayat yang di ganti bajunya.. tepatnya di kampung pangala... semua itu gak benar.. jadi tolong blognya di hapus.. jangan menyesatkan

warung ilmu mengatakan...

nice info tapi sy masih belum percaya sebelum liat sendiri hehe....

Gery Batara mengatakan...

mayat berjalan bukanlah hal yang asing di telinga orang toraja...
walaupun saya belum pernah melihat langsung tentang adanya mayat berjalan tapi saya percaya bahwa hal ini memang benar2 terjadi...
ilmu2 seperti itu menurut saya jauh lbh canggih dibandingkan teknologi dari Jepang sekalipun, sejak zaman Toraja kuno sampai sekarang...

Anonim mengatakan...

saya orang toraja sekaligus orang mamasa, masalah cerita mayat berjalan aku sering dengar tapi masalah berperang itu tidak benar karna menurut sejarah yang sampai hari ini saya yakini bahwa suku toraja dan mamasa itu satu yakni berasal dr keturunan yang sama.......

gaswan mengatakan...

tai...................tai..............
omonk kosong smua tu.....................

Emanuel Erazo mengatakan...

You have some video? a photo don`t say me nothing.

Anonim mengatakan...

hey semua, baru saja saya di tanya oleh teman saya yang berada di brazil. dia menanyakan hal ini kepada saya. dia mempertanyakan apakah hal ini benar-benar terjadi di Indonesia. karna dia sangat penasaran. saya ingin menjelaskan tetapi saya takut salah. apakah ini benar-benar terjadi?karna jujur,saya antara percaya dan tidak. karna saya tipe orang yang harus melihat secara langsung dengan mata kepala saya sendiri,jadi saya kurang percaya. tetapi bilamana hal ini benar-benar terjadi,saya akan menceritakan dan menjelaskan hal ini kepada teman saya itu. apakah hal ini benar-benar terjadi?dan ini dijalankan dengan semacam ilmu-ilmu magis?benarkah itu?

mohon bantuannya, rachendratiaraputri@yahoo.com

Anonim mengatakan...

jadi pegen lihat,jagan2 tipuan kamera

Anonim mengatakan...

Flood was here

-Dutchy

Anonim mengatakan...

hahahahahaha
-.dari kecil sy tinggal di mamasa dan belum pernah dengar kalau org Toraja pernah berperang dgn org mamasa.. sumbernya dr mana??hehe
-.mengenai mayat berjalan:dari kecil sy sdh dengar cerita mayat berjalan tp sampai skrg belum pernah saksikan dg mata kepala sendiri. bahkan sy pernah tanyakan ke org2 tua yg ada di mamasa tp merekapun memberikan jawaban yg tdk tegas dan tidak memuaskan. jd buat sy cerita mengenai mayat berjalan hanyalah cerita turun temurun yg tidak bisa dibuktikan kebenarannya.
Dan kalaupun pernah terjadi buat sy bukanlah sesuatu yg perlu dibanggakan krn mslh mayat berjalan pekerjaan setan..

Anonim mengatakan...

Menurut saya apapun itu namanya ,mau mayat berjalanka, mayat hidupka, tapi yang harus kita pahami adalah bagai mana kita sabagai anak muda yang selalu menggunakan akal sehat kita dan ilmu pengetahuan yang kita miliki untuk membuktikan bahwa hal tersebut benar - benar terjadi...jangan hanya karena katanya-katanya. Untuk penulis cerita diatas pada tahun 1992 saya sangsi dengan adanya kejadian tersebut. menurut cerita orang orang tua yang saya dengar beliau mengatakan tidak pernah melihat kejadian kejadian tersebut hal itu hanya cerita nenek nenek dulu, apalagi anda pada tahun 1992 ,saya berpikir mungkin hal ini sengaja dihembuskan oleh nenek nenek pada jamanya untuk menakuti setiap musuh yg ada...atau mungkin hal ini juga benar terjadi namun pada saat keadaan memaksa.seperti yang disampaikan oleh sdr Apolos..

agung solomania mengatakan...

ooooo, kesimpulannya berarti mayat berjalan itu hanya cerita rakyat, seperti halnya malin kundang dll, kalo memang dulu ada menurut saya sampai sekarang pasti juga masih ada kalopun nggak sebanyak dulu, namanya adat di mana-mana pasti turun-menurun, seperti adat-adat keraton di jawa....., apalagi terjadi di TORAJA yang penduduknya sangat memahami adat-istiadat di TORAJA,......yang orang banyak tahu di toraja memang pemakamanya seperti itu (sampai sekarang) ternyata tidak tho.....

Ambe' mengatakan...

Seperti ini, mayat berjalan itu. Apabila ada orang yang meninggal misalnya di tengah hutan itu bisa digunakan. Konon, roh orang lain yang dipindahkan ke mayat tersebut. Itu pernah dilakukan di Pana' daerah Mamasa. Dan hal ini tidak untuk dipermainkan tapi untuk tujuan tertentu. Misalnya orang yang meninggal di hutan atau di tempat lain. Semua itu konon katanya. Tapi, yang bisa masuk akal dari semua yang pernah saya dengar itu dilakukan untuk orang yang sudah sekarat(1% hidup=99% mati)supaya bisa di pindah ke tempat lain.

J.F. Mona mengatakan...

Apapun itu: apakah org2 (non Toraja) percaya atau tidak, saya kira itu persoalan lain. Yang penting bagi saya, hal ini betul2 'cool'. Bagi mereka2 yg mau pasti, minta tes ahli ttg kebenaran/keaslian fotonya, dah! Trus jangan lagilah menyebarkan keraguan, krn itu berarti meremehkan org2 yang meyakininya!! Trus, kalo mau lebih afdol lagi, yah buat penelitianlah, supaya paten. Apapun hasil penelitiannya nanti, itu akan menjadi ilmu dari Toraja. Siapa yg mau melakukan itu? Ato sudah ada yg menelitinya? if so, bagi donk infonya..........Bravo Toraja!!

Anonim mengatakan...

hahaha simple, cerita tersebut bullshit...

Michael mengatakan...

Saya sebgai org Toraja belum pernah melihat hal seperti itu tapi klo mendengar saya pernah di ceritakan oleh ortu saya dan bukan di mamasa aja yang bisa menjalankan orang mati orang toraja jg bisa dan dari cerita ortu q, kakek saya jg pernah jg melakukan itu (menjalankan orang mati).

langkan Tengnge' mengatakan...

begini saja ,kalau memang Orang Tua kita perna cerita ke kita2 tentang Mayat berjalan ,dan sekarang kita tidak percaya akan adanya mayat berjalan, berarti Orang Tua yang pernah Cerita itu tidak benar, dan setau saya tidak pernah itu orang Tua bohong sama anak cucuhnya,itupun kalau ada berarti kita2 ini orang bohong,dan satu lagi ,orang Toraja dengan Orang Mamasa tidak pernah bermusuhan justru mereka menjalin kekerabatan dengan baik prlu kita pahami itu bagi saudaraku Orang Toraja Dan Mamasa .Tank's

ANAK MAMASA mengatakan...

ada yg mau beradu ilmu gak ma org mamasa.....
klu ada ntar aq ladenin the....
trsrh mau pake' ilmu apa......

Pinka Pinky mengatakan...

hahahahaha...
kalu aku di tempat kamu,
pasti sudah pengsan di tempat kejadian.
seperti lihat hantu kali..
ada baiknya ilmu ini tidak semua yang tahu..
klau banyak yang tahu, pasti jadi huru-hara Tanah Toraja jadinya.
seperti lihat Zombie sana sini..
lagi pun kasihan kan si mati.
sdh jadi mayat di permain2kan lagi..
seperti tidak ada penghormatan..
apa2pun biar ianya jadi satu keunikan bangsa ini saja. tidak di salahgunakan.

Anonim mengatakan...

saya sebagai orang toraja sangat bangga dengan adat yang ada dikampung saya'saya sangat bertrima kasi kepada saudara bahwa ternyata masih ada seorang pemuda yang sangat menghormati adat istiadat daerahx. salam sukses slalu bro

rasal mengatakan...

hi, nice post.I have been pondering this topic,so thanks for sharing.
i'll probably be coming back to your blog.Keep up great writing.....
ptc

watch simpsons mengatakan...

I do appreciate your post.Thank you for sharing, very useful, will continue to focus on your article!

ilmu mistik mengatakan...

INI MEMANG BENAR,,TAPI SI MAYAT BERJALAN ATAS BANTUAN KEKUATAN ILMU ,,JADI SECARA TIDAK LANGSUNG YG BERJALAN BUKAN SI MAYAT MELAINKAN KEKUATAN ORANG ,,ITULAH BUDAYA INDONESIA SANGAT KAYA,,,,,! TINGGAL KITA YANG MELESTARIKANNYA.

sikampana mamasa mengatakan...

bacot loech smua....
klu berani dtg ajach d'kmpung gua MAMASA...
terserah the mau pake ilmu apa gua ladenin....
tp jgn nyesal klu kalian gak balik lg ke kmpung kalian....

Abe' To Tatale mengatakan...

ada yg mau bukti klu org mamasa bisa jalankan mayat dtg ajach langsung ke mamasa dan cari sy...
niech no contact aq 082190905352

marlina mengatakan...

saya sangat bangga sekaligus senang, karena adat mamasa sudah di kenal oleh masyarakat luas,,, ini belum seberapa masih banyak budaya mamasa yang lebih unik dan menarik untuk dikenal dan di gali lebih dan lebih dalam lagi....

maju terus,,, mamasa !!!!!

mutmainna mengatakan...

mamasa luar biasa,,,, !!!!!

Anonim mengatakan...

Memang Za juga sering dengar cerita tentang Mayat berjalan, Tapi katanya itu dulu dan za juga blom pernah lihat.
Dan yg melakukan itu orang yg mempunyai Ilmu magis khusus dan tdk sembarang orang bisa melukannya, makanya hingga saat ini mungkin hanya 1 tw 2 orang yg memiliki ilmu itu.
Klo mngenai itu ada di Mamasa to Toraja bukan menjadi masalah. Za kira toraja dan mamasa itu satu suku, Makanya Mamasa itu sering di katakan Toraja Barat.

GOGON mengatakan...

bedalah jaman dulu dengan sekarang, klo dulu gak ada ambulans mas bro jadi mayatnya aja yang jalan sendiri, tapi klo sekarang meninggal walaupun rumah sakit dengan rumah almarhum/almarhumah cuma 5 meter pasti naik ambulans, menurut cerita kakek saya, dlu klo orang mamasa meninggal di makassar, di suruh jalan sendiri aja pulang ke kampungnya, sekarang mah beda jalan ke mamasa yang hancur berantakan saja mobil bisa masuk so buat apa capek2 bikin mayat jalan sendiri, pasti si mayat bilang :"capek deh, mau jalan kaki pulang ke kampung" makanya yang bodoh itu orang yang tidak percaya cerita, karna klo kamu tidak percaya cerita brarti kamu tidak percaya TUHAN, coz manknya kamu punya video atau FOTO mukanya TUHAN. GOBLOKKK !!!!

Angsa Putih mengatakan...

intinya Mayat berjalan, atau kisa mayat berjalan cuma d mamamsa, buktinya temanku yang orang2 toraja ga pernah tau klo di toraja ada kisa mayat berjalan...
bahkan mereka nanya soal kisa ini ke orang mamasa.....

Ahmad Helmy mengatakan...

Saya kemarin habis dari sana, Kete ketsu tepatnya. tapi kata guide nya, ritual membuat mayat berjalan sudah sangat jarang dilakukan. Apalagi dapat melihat mayat berjalan.

PAK KOMAR mengatakan...

SAYA BENAR BENAR TIDAK PERCAYA DAN HAMPIR PINSANG KARNA ANKA YANG DIBERIKAN OLEH MBAH SARTO TERNYATA TEMBUS,AWALNYA SAYA COBA COBA MENELPON DAN SAYA MEMBERITAHUKAN SEMUA KELUHAN SAYA KEPADA MBAH SARTO,,ALHAMDULILLAH MBAH SARTO TELAH MEMBERIKAN SAYA SOLUSI YANG SANGAT TEPAT DAN DIA MEMBERIKAN ANKA YANG BEGITU TEPAT..,MULANYA SAYA RAGU TAPI DENGAN PENUH SEMANGAT ANKA YG DIBERIKAN MBAH SARTO ITU ITU SAYA KALI 100 LEMBAR DAN SYUKUR ALHAMDULILLAH BERHASIL,SESEKALI LAGI MAKASIH BANYAK YAA MBAH,SAYA TIDAK AKAN LUPA BANTUAN DAN BUDI BAIK MBAH SARTO,JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA SILAHKAN HUBUNGI MBAH SARTO DI 082=378=607=111

Anonim mengatakan...

orang tua sya asli toraja, tpi sya lahir di KALTIM. sekitar thn 2001 sya berlibur ke Toraja, wktu ke upacara pemakaman(Rambu solo) teman kakek sya melihat kerbau yang udah di timpas lehernya-nyaris putus masih bsa berlari dan beradu dengan kerbau lain, tpi pda saat itu org tua yg ada d sna marah kpda orang yg menjalankan kerbau itu krn dianggap menyiksa binatang.

Poskan Komentar