Headlines News :
Home » » Kombongan Ada', Solusi Alternatif Atasi Konflik di Mamasa

Kombongan Ada', Solusi Alternatif Atasi Konflik di Mamasa

Written By Stepanus W B on Kamis, 12 Agustus 2010 | 00.47

MO -- Musyawarah adat atau biasa disebut oleh masyarakat di sana dengan istilah Kombongan Ada'. Kombongan Ada' merupakan salah satu solusi alternatif mengatasi konflik di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Musyawarah tersebut dibuka secara resmi Bupati Mamasa, Obednego Depparind

Kombongan Ada' dipandang mampu menyelesaikan konflik di tengah masyarakat Mamasa yang kerap kali berakhir dengan anarkis. Sambutan Bupati Mamasa, Obednego menekankan perlunya menumbuhkan kembali ada' tuo (adat hidup) yang kini berubah mejadi ada' mate (ada mati). "Ada tuo adalah suatu tatanan adat yang berlaku di Wilayah Mamasa dalam menyelesaikan permasalahan secara damai yang timbul tanpa harus mengorbankan seseorang atau kelompok masyarakat," jelasnya.
Obednego menuturkan, sistem tatanan adat di wilayah Mamasa tidak mengenal adanya hukuman mati bagi yang melanggar pantangan adat tetapi paling tidak dieberikan sanksi hukuman berupa denda yang berat. "Saya juga menekankan setiap orang tua adat dan tokoh adat berkumpul adalam musyawarah adat dapat bersatu memutuskan bersama dalam memikirkan persoalan konflik yang sering muncul di masyarakat yang sering berakhir dengan kekerasan berdarah," katanya. Menurutnya, keadaan tersebut sudah tidak relevan lagi dengan ada' tou yang sejak dulu dijunjung tinggi di Kabupaten Mamasa. "Orang tua sekarang duduk bersama di Banua Layu' ini bersatu merumuskan segala apa yang perlu dipersiapkan untuk membangun kembali moralitas masyarakat Mamasa yang kini mulai pupus dengan munculnya berbagai persoalan yang mengarah ke tindak anarkis," imbaunya sembari disambut tepukan tangan dari hadirin. Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Mamasa, Drs Hamal Edison Tanga. Hamal mengatakan, Kombongan Ada' yang dilaksanakan merupakan hasil kajian pihaknya bersama dengan elemen masyarakat dalam menyikapi nilai-nilai hukum adat di Mamasa. "Kombongan Ada' diperuntukan menyatukan visi misi adat di empat wilayah adat di Mamasa, sehingga diharapkan dalam tahap implementasi hukum ada di Mamasa. Paling tidak terdapat kesejajaran arah terutama mengatasi berbagi konfli," terangnya. Hamal menambahkan, Kombongan Ada' adalah menumbuhkan minat generasi muda untuk dapat mempelajari secara hukum budaya dan hukum adat yang sudah mulai pudar. "Dalam pelaksanaannya akan diberlakukan pelajaran tentang Hukum adat dan Budaya Mamasa dan dimasukkan dalam program kurikulum di sekolah sebagai tambahan setelah dikoordinaskan dengan Dinas Pendidikan dan olahraga," tanda Hamal. (mg 21/sar)

Sumber:http://beta.parepos.co.id
Bagikan :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !



PASANG BANNER INI PADA BLOG ANDA

Copy Kode HTML di Bawah Ini

<a href="http://www.mamasaonline.com"><img border="0" src="http://pijarpustakamedia.com/mamasaonline480x320.gif" width="480" hight="320"/></a>

SAMBUTAN BUPATI MAMASA

Selamat dan sukses atas diluncurkannya portal berita www.mamasaonline.com semoga bisa menjadi media pemersatu dan sumber informasi serta media kontrol yang berimbang,obyektif serta inspiratif dalam rangka turut serta berperan aktif dalam upaya pembangunan Mamasa kedepan. Salam dari kami berdua, Ramlan Badawi dan Victor Paotonan (Bupati & Wakil Bupati Mamasa).

VIDEO

TWITTER

FB FANS PAGE

 
Support : Mamasa Online | Johny Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. mamasa online - All Rights Reserved
Template by Mamasa Online Published by Mamasa Online