Headlines News :
Home » » Ada Sekolah di Mamasa Hanya Satu Guru?

Ada Sekolah di Mamasa Hanya Satu Guru?

Written By Stepanus W B on Kamis, 12 Agustus 2010 | 00.50

MO -- Kekurangan tenaga pengajar yang dialami Kabupaten Mamasa saat ini berdampak pada ketersediaan guru di sekolah. Hampir semua sekolah pada tingkat SD, SMP dan SMA yang berada di luar kota Mamasa, tak mampu terpenuhi kebutuhan gurunya.
Seperti yang terjadi di SD Kecil Lombonan, Kecamatan Mamasa. Di sekolah yang memiliki enam kelas ini hanya mempunyai guru PNS dua orang. Itu sudah termasuk kepala sekolahnya.
Sementara guru honorer tercatat lima orang. Hanya saja, yang jadi persoalan, dari keseluruhan guru tersebut, baik PNS maupun honorer, jarang masuk mengajar. Akibatnya, di sekolah tersebut tidak terlihat aktivitas belajar mengajar. Murid-murid hanya bermain.
Fenomena memprihatinkan ini diungkap Phylipus, tim investigasi Lembaga Hak Azasi Manusia (LHAM) Kabupaten Mamasa. Diungkapkan, pada 23 Juli 2010 lalu dia berkunjung ke sekolah tersebut. Yang didapatinya hanya satu orang guru. Sementara kepala sekolahnya sakit, dan lima tenaga honorer tidak masuk tanpa alasan.
''Otomatis proses belajar mengajar tidak bisa berlangsung. Bagaimana mungkin dari 6 kelas hanya dilayani satu orang guru,'' cetusnya.
Hal serupa terjadi di SDN Sapan, Desa Banea, Kecamatan Sumarorong. Di sekolah ini ada lima kelas namun hanya memiliki satu orang guru. Masih ada satu orang guru lainnya. Namun sejak 2010 ini tidak pernah lagi masuk mengajar.
Temuan itu disampaikan Daud Bongga, Ketua Lembaga HAM Cabang Mamasa. Kenyataan itu membuat proses belajar mengajar hampir tidak ada. Apalagi jika satu guru yang masih tersisa tidak masuk, kegiatan belajar mengajar sama sekali tidak ada.
Menurut Daud Bongga, persoalan ini sebenarnya sudah disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Mamasa, David. Saat itu kadis berjanji untuk memanggil kepala UPTD. Namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya.
''Harusnya Dinas Pendidikan memperhatikan dan menginventarisir sekolah-sekolah yang ada, khususnya yang berada di daerah terpencil. Apalagi sampai ada yang hanya memiliki satu atau dua orang guru,'' ujarnya.
Dia coba membandingkan dengan sekolah yang ada di ibukota Mamasa, hampir semuanya kelebihan guru. Daud Bongga mensinyalir, kondisi ini disebabkan adanya keluarga pejabat Mamasa yang berprofesi sebagai guru dan tidak mau ditempatkan di wilayah terpencil.
Kepala Dinas Pendidikan Mamasa, David yang berusaha dikonfirmasi, tidak berhasil.

Sumber:
Bagikan :

1 komentar :

  1. yang ini nih...butuh perhatian..................

    BalasHapus



PASANG BANNER INI PADA BLOG ANDA

Copy Kode HTML di Bawah Ini

<a href="http://www.mamasaonline.com"><img border="0" src="http://pijarpustakamedia.com/mamasaonline480x320.gif" width="480" hight="320"/></a>

SAMBUTAN BUPATI MAMASA

Selamat dan sukses atas diluncurkannya portal berita www.mamasaonline.com semoga bisa menjadi media pemersatu dan sumber informasi serta media kontrol yang berimbang,obyektif serta inspiratif dalam rangka turut serta berperan aktif dalam upaya pembangunan Mamasa kedepan. Salam dari kami berdua, Ramlan Badawi dan Victor Paotonan (Bupati & Wakil Bupati Mamasa).

VIDEO

TWITTER

FB FANS PAGE

 
Support : Mamasa Online | Johny Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. mamasa online - All Rights Reserved
Template by Mamasa Online Published by Mamasa Online