Headlines News :
Home » » Kisah Turbin Hidrologi Penghasil Listrik Pak Linggi dari Mamasa

Kisah Turbin Hidrologi Penghasil Listrik Pak Linggi dari Mamasa

Written By Stepanus W B on Senin, 10 Mei 2010 | 23.08

MO -- Sebuah film dokumenter yang mengisahkan usaha Linggi membuat turbin pembangkit listrik bertenaga air sungai untuk menyinari kecamatan Sumorarang Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat, diputar dan dibedah di kantor Yayasan BaKTI Makassar, hari ini (10/5).

Pemutaran dan paparan presentasi dari Linggi sangat mencengangkan para peserta dari perwakilan pemerintah, PLN, dan beberapa mahasiswa. "Awalnya masyarakat tidak percaya dengan turbin buatan saya, sebab kenapa bisa air dapat menghasilkan listrik. Air kan anti dengan api," kata Linggi.

Mesin Turbin tenaga air itu diciptakan Linggi, hanya berbekal ilmu tentang turbin secara otodidak dan hidrologi sedangkan manfaatnya sangat luar biasa membantu ribuan warga yang menetap di ketinggian 900 meter dari permukaan laut yang sangat susah terjamah oleh kabel listrik PLN.

"Turbin di seluruh dunia, hampir menggunakan silk," ujarnya. Sedangkan turbinnya tidak menggunakan itu sehingga dia mengklaim satu-satunya turbin tanpa silk di seantero dunia.

Mesin mikrohidro itu penyediaan tiga turbin yang diposisikan pada bibir sungai yang sangat potensial untuk pembangkitan listrik, kemudian memasoknya ke lebih 200 kepala keluarga yang berada di Dusun Kolong Lau, Minaga, Tatte, Salubongin, Desa Batang Uru, dan desa-desa sekitarnya yang masuk dalam wilayah Kecamatan Sumarorong Mamasa.

Menurutnya, setiap desa mampu memasok tenaga listrik antara 10 sampai 50 kilowatt, meski tenaga yang dihasilkan sangat tergantung pada debit dan sudut ketinggian aliran air Sungai Batang Uru.

Tiga turbinnya itu, masing-masing memiliki kekuatan 30 kilowatt, 80 kilowatt, dan 6 kilowatt serta dua turbin cadangan yang disimpan di rumah Linggi di Dusun Salubongin. Sementara dampak yang dirasa penduduk Kecamatan Sumororong yang berada di pegunungan itu sangat mendukung aktivitas keseharian.

Kegiatan-kegiatan penebangan pohon untuk kayu bakar relatif berkurang dan konsumsi minyak tanah pun mulai menurun dari Rp 16 ribu perbulan tiap kepala keluarga menjadi Rp 2 ribu per bulan tiap kepala keluarga.

"Tapi, rata-rata penduduk disana enggan makan nasi listrik, memasak pakai listrik," kata ayah empat anak ini, yang membuat belasan peserta tertawa.

Selain itu tarif listrik disana diputuskan berdasarkan kesepakatan dalam musyawarah desa. "Dulu tarifnya Rp 2 ribu per bulan sekarang di atas Rp 10 ribu per bulan," kata alumnus Mekanika Pertanian Universitas Hasanuddin tahun 1992 itu.

Dijelaskan jika biaya pembuatan satu turbin tidak lebih dari Rp 50 juta. Linggi mengakui jika kualitas turbin kalah dengan mesin turbin buatan Bandung dan tidak ada sepeser pun bantuan dari pemerintah setempat atau pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

"Biaya pembuatan dari keuangan pribadi saya," ujarnya. Listrik mandiri Desa Batang Urun itu adalah satu dari 12 provinsi Kawasan Timur Indonesia yang diidentifikasi oleh Yayasan BaKTI dan merupakan mesin hidrologi terbaik di Indonesia. "Saat ini saya akan mengurus hak paten mesin saya," kata dia.

ABD AZIS

Sumber:http://www.tempointeraktif.com
Bagikan :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !



PASANG BANNER INI PADA BLOG ANDA

Copy Kode HTML di Bawah Ini

<a href="http://www.mamasaonline.com"><img border="0" src="http://pijarpustakamedia.com/mamasaonline480x320.gif" width="480" hight="320"/></a>

SAMBUTAN BUPATI MAMASA

Selamat dan sukses atas diluncurkannya portal berita www.mamasaonline.com semoga bisa menjadi media pemersatu dan sumber informasi serta media kontrol yang berimbang,obyektif serta inspiratif dalam rangka turut serta berperan aktif dalam upaya pembangunan Mamasa kedepan. Salam dari kami berdua, Ramlan Badawi dan Victor Paotonan (Bupati & Wakil Bupati Mamasa).

VIDEO

TWITTER

FB FANS PAGE

 
Support : Mamasa Online | Johny Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. mamasa online - All Rights Reserved
Template by Mamasa Online Published by Mamasa Online