Headlines News :
Home » » Banjir Bandang Terjang Mamasa

Banjir Bandang Terjang Mamasa

Written By Stepanus W B on Kamis, 08 November 2012 | 15.58


MAMASA– Hujan deras yang mengguyur sejumlah kabupaten di Sulbar mengakibatkan banjir bandang di Kabupaten Mamasa, kemarin. Banjir bandang tersebut menerjang Kecamatan Sumarorong, Mamasa, pukul 16.30 Wita.

10 orang ditemukan tewas, 5 dinyatakan hilang,dan 2 orang dirawat di Puskesmas Sumarorong. Berdasarkan data dari Kodim Mamasa yang dikirim kepada SINDO tadi malam, ke- 10 korban tewas adalah,Pama, Mince,Ramme,Minggus, Sari, Agustina, Anti dan ibunya, serta Imma dan bayinya. Sedangkan yang belum ditemukan adalah Etang,Daun,Risto, Andi, dan seorang anak kecil.

Sementara yang dirawat di Puskesmas adalah Wati dan Rambulangi. Bupati Mamasa Ramlan Badawi membenarkan bahwa sudah ditemukan 10 korban tewas dalam peristiwa banjir bandang tersebut.“Jumlah korban tewas akibat banjir yang terjadi sore tadi sekitar pukul 16.30 Wita mencapai 10 orang. Kemungkinan masih ada korban yang belumdiketahui. Kami saat ini telah melakukan pencarian korban,” kata Ramlan Badawi,tadi malam.

Sementara itu, Kapolres Mamasa AKBP I Made Sunarta mengatakan, para korban sudah dievakuasi ke Puskesmas Sumarorong, sekitar 25 kilometer dari lokasi kejadian. “Kita sudah evakuasi para korban yang selamat ke Puskesmas Sumarorong,”katanya. Menurut dia, peristiwa itu terjadi setelah hujan deras yang mengguyur Sulbar dan mengakibatkan air di Sungai Uru meluap.

Luapan air tersebut menghantam permukiman warga yang ada di sekitar Sungai Uru. Sunarta mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pencarian korban di lokasi banjir. Hal itu untuk mengantisipasi masih adanya korban yang belum ditemukan. Namun, sejauh ini, selain lima korban tersebut, belum ada laporan warga yang hilang.

Dari informasi lain yang dihimpun SINDO, banjir bandang di Mamasa dipicu oleh jebolnya bendungan di Desa Uru. Bendungan tradisional itu jebol setelah diguyur hujan selamakuranglebihsatupekan. Sebelumnya, peristiwa yang sama terjadi juga di Desa Pesuloang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene pada Sabtu (3/11). Dalam peristiwa itu,dua bocah yang diketahui bernama Asbudi, 2, dan Wandi, 4, tewas akibat terseret air bah yang meluap ke saluran drainase.

Berdasarkan catatan SINDO, dua pekan terakhir, banjir melanda sebagian wilayah Provinsi Sulbar. Di antaranya, Kabupaten Majene, Mamuju,dan Mamasa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau seluruh warga khususnya yang tinggal di sekitar sungai untuk mewaspadai terjadinya banjir. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulbar di Majene menyatakan, saat ini belum memasuki musim hujan.

“Namun, pada musim pergantian cuaca ini, warga diminta untuk lebih waspada dan hati-hati jika hujan terjadi karena biasanya pada musim pergantian,hujan deras secara tiba-tiba kadang terjadi dan bisa mengakibatkan terjadinya banjir,”ujar Arman, petugas prakirawan cuaca BMKG Sulbar di Majene. ● andi indra

Sumber: Sindonews.com

Bagikan :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !



PASANG BANNER INI PADA BLOG ANDA

Copy Kode HTML di Bawah Ini

<a href="http://www.mamasaonline.com"><img border="0" src="http://pijarpustakamedia.com/mamasaonline480x320.gif" width="480" hight="320"/></a>

SAMBUTAN BUPATI MAMASA

Selamat dan sukses atas diluncurkannya portal berita www.mamasaonline.com semoga bisa menjadi media pemersatu dan sumber informasi serta media kontrol yang berimbang,obyektif serta inspiratif dalam rangka turut serta berperan aktif dalam upaya pembangunan Mamasa kedepan. Salam dari kami berdua, Ramlan Badawi dan Victor Paotonan (Bupati & Wakil Bupati Mamasa).

VIDEO

TWITTER

FB FANS PAGE

 
Support : Mamasa Online | Johny Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. mamasa online - All Rights Reserved
Template by Mamasa Online Published by Mamasa Online