Headlines News :
Home » , » Kerajinan Miniatur Rumah Adat Mamasa Dari Limbah Kayu

Kerajinan Miniatur Rumah Adat Mamasa Dari Limbah Kayu

Written By Stepanus W B on Rabu, 04 April 2012 | 17.51



MAMASAONLINE -- Berbekal keterampilan yang turun temurun seorang pria paruh baya menggeluti profesi sebagai pembuat miniatur rumah adat Mamasa. Meski dibuat secara sederhana dengan menggunakan bahan dari limbah kayu bekas namun buah tangan ini mampu menembus pasar nasional maupun internasional.

Adalah Bonggamalona warga dusun rantekatoan desa osango kecamatan Mamasa Sulawesi barat yang memilih profesi sebagai pembuat minitur rumah adat Mamasa banua sura atau rumah ukir. Profesinya ini berawal dari keprihatinannya melihat rumah adat khas Mamasa yang semakin terlupakan.
Pria ini dengan tekun membuat satu persatu rangkaian bangunan rumah adat khas Mamasa dalam ukuran mini. Satu persatu struktur bangunan yang identik dengan aslinya dibentuk kemudian dirangkai hingga berbentuk sebuah miniatur rumah yang unik. Semuanya dikerjakan menggunakan peralatan seadanya dengan memanfaatkan bahan baku dari kayu bekas.

Dalam proses pewarnaan bonggamalona memakai pewarna dari tanah liat berwarna. Pasalnya rumah adat asli Mamasa tidak memakai cat dari bahan kimia namun dari tanah liat dan rempah yang tersedia dalam beberapa warna dasar yang mudah ditemukan di daerah Mamasa. Selain itu banua sura juga tidak memakai bahan dari logam sehingga struktur bangunan dibuat terjalin sedemikian rupa sehingga berdiri tanpa menggunakan paku.

Karena hanya dikerjakan sendiri bonggamalona membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan untuk menyelesaikan satu buah miniatur rumah adat Mamasa. Namun karya pria paruh baya ini sudah menembus pasar nasional dan internasional dengan patokan harga berkisar dua hingga sepuluh juta rupiah tergantung ukurannya.

Meski hasil kerajinan bonggamalona sedikit lebih mahal dari pengrajin miniatur rumah adat lainnya namun sejumlah pembeli tetap memilih memesan di tempat ini karena miniatur rumah adat buatan bonggamalona orisinil dan sangat mirip dengan aslinya.

Sayangnya usaha yang sudah digeluti bonggamalona selama lebih dari sepuluh tahun ini kini semakin tersisih. Selain itu Sulitnya memasarkan hasil kerajinan juga menjadi salah satu kendala. Edwin.

Sumber: Makassartv.com
Bagikan :

2 komentar :

  1. perlu promosi yang baik,agar bisa mendatangkan devisa bagi mamasa...salut!!

    BalasHapus
  2. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak yang berkompeten dalam melestarikan peninggalan budaya dan memacu minat pengrajin lokal.

    BalasHapus



PASANG BANNER INI PADA BLOG ANDA

Copy Kode HTML di Bawah Ini

<a href="http://www.mamasaonline.com"><img border="0" src="http://pijarpustakamedia.com/mamasaonline480x320.gif" width="480" hight="320"/></a>

SAMBUTAN BUPATI MAMASA

Selamat dan sukses atas diluncurkannya portal berita www.mamasaonline.com semoga bisa menjadi media pemersatu dan sumber informasi serta media kontrol yang berimbang,obyektif serta inspiratif dalam rangka turut serta berperan aktif dalam upaya pembangunan Mamasa kedepan. Salam dari kami berdua, Ramlan Badawi dan Victor Paotonan (Bupati & Wakil Bupati Mamasa).

VIDEO

TWITTER

FB FANS PAGE

 
Support : Mamasa Online | Johny Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. mamasa online - All Rights Reserved
Template by Mamasa Online Published by Mamasa Online