Headlines News :
Home » » Longsor Isolasi Ribuan Warga di Dua Kecamatan

Longsor Isolasi Ribuan Warga di Dua Kecamatan

Written By Stepanus W B on Minggu, 03 Oktober 2010 | 23.05

MO -- Hujan deras yang mengguyur Mamuju, Sulawesi Barat, dalam 3 hari terakhir kembali menyebabkan longsor di daerah tersebut. Longsor kali ini terjadi di jalan trans Sulawesi. Akibatnya, jalur yang menghubungkan Mamuju dengan Kabupaten Luwu Utara dan Tana Toraja, Sulawesi Selatan terputus.

Ribuan warga di dua kecamatan di Mamuju, yakni Bonehau dan Kalumpang, terisolir. Kendaraan terutama roda empat tidak bisa melintasi jalan yang tertimbun material longsor.

Jalur trans Sulawesi sepanjang lebih 50 meter yang tertimbun material longsor itu berada di Desa Hinua, Kecamatan Bonehau, Mamuju, Sulawesi Barat.

Menurut warga setempat, Siaraa, Senin (4/10), longsor terjadi setelah hujan deras terus turun dalam 3 hari terakhir.

Akibat longor itu, jalur dari kota Mamuju ke arah kecamatan Bonehau dan Kalumpang tidak bisa dilalui terutama kendaraan roda Empat, sedangkan kendaraan roda Dua masih bisa dipaksakan lewat melalui sela- sela timbunan material longsor.

Warga di Dua kecamatan itu ( Kalumpang dan Bonehau ) sangat kesulitan untuk memperoleh bahan pokok demikian pula untuk menjual hasil pertanian, pasalnya mobil baik dari arah mamuju ke Kalumpang Bonehau maupun sebaliknya tidak bisa melintasi timbunan material longsor.

"Memang kalau hujan deras seperti sekarang, sangat rawan terjadi longsor. Yang kami sesalkan adalah lambannya alat berat pemerintah datang untuk membersihkan material longsor. Sehingga warga harus turun tangan dengan peralatan seadanya," katanya, Senin (4/10).

Akibat belum adanya alat berat pemerintah yang tiba di lokasi, warga sejak Minggu bergotong royong membersihkan material longsor. Namun karena tidak adanya peralatan memadai, warga hanya mampu membuka jalur bagi sepeda motor, sedangkan mobil tetap belum bisa melintas karena terdapat sejumlah bongkahan batu besar di tengah jalan trans Sulawesi itu.

Warga yang melakukan pembersihan material, memungut biaya dari pengguna jalan yang lewat, rata -rata Rp5 ribu. Menurut kepala dusun Hinua, Mesra, pungutan tersebut sebagai biaya sumbangan untuk membersihkan longsor.

"Kalau alat berat pemerintah datang, permintaan dana seperti ini akan dihentikan," katanya.

Warga Bonehau dan Kalumpang berharap pemerintah segera turun tangan membesihkan material longsor karena jalan tersebut sangat vital bagi kehidupan ribuan warga di dua kecamatan tersebut. (FH/OL-3)
Bagikan :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !



PASANG BANNER INI PADA BLOG ANDA

Copy Kode HTML di Bawah Ini

<a href="http://www.mamasaonline.com"><img border="0" src="http://pijarpustakamedia.com/mamasaonline480x320.gif" width="480" hight="320"/></a>

SAMBUTAN BUPATI MAMASA

Selamat dan sukses atas diluncurkannya portal berita www.mamasaonline.com semoga bisa menjadi media pemersatu dan sumber informasi serta media kontrol yang berimbang,obyektif serta inspiratif dalam rangka turut serta berperan aktif dalam upaya pembangunan Mamasa kedepan. Salam dari kami berdua, Ramlan Badawi dan Victor Paotonan (Bupati & Wakil Bupati Mamasa).

VIDEO

TWITTER

FB FANS PAGE

 
Support : Mamasa Online | Johny Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. mamasa online - All Rights Reserved
Template by Mamasa Online Published by Mamasa Online