Headlines News :
Home » , » Jalan Poros Mamasa Makin Sempit Saja

Jalan Poros Mamasa Makin Sempit Saja

Written By Stepanus W B on Senin, 04 Oktober 2010 | 10.13


MO -- Kerusakan di jalan poros Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat makin parah. Terutama di km 9 menuju kota Mamasa. Di ruas ini, badan jalan sudah mulai menyempit. Itu akibat adanya beberapa warga yang mengambil batu dari tepi gunung. Demikian dilaporkan koran BKM, Senin (4/10)
Batu yang tadinya merupakan pondasi tanah untuk melaju pergerakan tanah dari gunung, sebagian besar telah habis dikeruk warga sekitar. Tanah dari pengerukan tersebut dibuang ke jalan hingga berubah menjadi lumpur.
Selain itu, karena batu pondasi sudah tidak ada, secara perlahan tanah bergeser. Akibatnya, jalan poros tersebut menyempit.
Setiap kendaraan, utamanya mobil sudah kesulitan lewat saat berpapasan di jalan. Buila tidak berhati-hati, bisa-bisa terjun ke sungai.
Yang paling parah kondisinya adalah sebuah gorong-gorong di km 5 menuju Mamasa. Sudah beberapa bulan lamanya telah ambruk, dan sampai saat ini belum ada upaya dari Dinas Pekerjaan Umum Mamasa untuk melakukan perbaikan.
Padahal, Bupati Mamasa Obednego Depparinding pada coffe morning Senin lalu, telah memerintahkan Dinas PU untuk melakukan perbaikan apapun car,anya. Karena di gorong-gorong ini suda tidak dapat dihitung lagi mobil yang terperosok ke dalamnya.
Ferwy Waleu, salah seorang warga Palu yang berada di Mamasa, ketika ditemui BKM, mengatakan pemerintah harus memperhatikan infrastruktur jalan di Mamasa. Sebab apapun yang dilakukan oleh pemerintah setempat, jika kondisi jalannya rusak parah seperti sekarang, tetap akan tertinggal.
''Salah satu faktor penunjang majunya suatu daerah adalah jalur transportasi,'' ujar Ferdy yang juga peneliti lingkungan hidup ini.

Diakui, sudah banyak daerah yang dikunjunginya dan hanya Mamasa yang paling parah akses transportasinya. Jika kondisi tersebut tidak segera dibenahi, daerah ini tidak akan pernah maju.
Menurut Ferdy, penyebab kondisi seperti ini adalah faktor manusia dan alam. Olehnya itu, pemerintah daerah harus lebih tegas dalam melakukan penertiban. Khususnya terhadap warga agar tidak mengambil batu di lereng gunung, khususnya yang berada di tepi jalan poros Mamasa.
''Kalau tidak ada ketegasan dari pemerintah, tidak menutup kemungkinan jalan poros Mamasa yang panjangnya 9 km itu tertutup akibat pergeseran tanah,'' jelasnya.
Salah seorang pedagang asal Polewali Mandar, H Nuar sangat mengeluhkan kondisi ini. Dia dan keluarganya yang selalu mengejar waktu-waktu pasar selalu kesulitan saat hendak berjualan di Mamasa.
''Kita lebih banyak mengeluarkan ongkos dibanding untung yang didapat. Bayangkan, setiap ke Mamasa kita selalu was-was memikirkan perjalanan,'' terangnya.
Selama kurun waktu dua tahun ini, dirinya mengaku selalu merugi. Karena mobil Suzuki Carry miliknya yang dipakai untuk berdagang, sering terjebak lumpur. Bahkan persnya patah, atau saringan olinya bocor. Karena itu dia sangat berharap pemerintah segera membenahi jalan yang rusak saat ini.

Sumber:www.beritakotamakassar.com
Bagikan :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !



PASANG BANNER INI PADA BLOG ANDA

Copy Kode HTML di Bawah Ini

<a href="http://www.mamasaonline.com"><img border="0" src="http://pijarpustakamedia.com/mamasaonline480x320.gif" width="480" hight="320"/></a>

SAMBUTAN BUPATI MAMASA

Selamat dan sukses atas diluncurkannya portal berita www.mamasaonline.com semoga bisa menjadi media pemersatu dan sumber informasi serta media kontrol yang berimbang,obyektif serta inspiratif dalam rangka turut serta berperan aktif dalam upaya pembangunan Mamasa kedepan. Salam dari kami berdua, Ramlan Badawi dan Victor Paotonan (Bupati & Wakil Bupati Mamasa).

VIDEO

TWITTER

FB FANS PAGE

 
Support : Mamasa Online | Johny Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. mamasa online - All Rights Reserved
Template by Mamasa Online Published by Mamasa Online