Headlines News :
Home » » Tak Dilayani PLN, Buat Pembangkit Listrik Mandiri

Tak Dilayani PLN, Buat Pembangkit Listrik Mandiri

Written By Stepanus W B on Selasa, 11 Mei 2010 | 20.31

MO -- Krisis listrik hingga kini masih saja mendera sebagian besar wilayah Indonesia. Termasuk di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Pemadaman bergilir yang dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara (Sultanbatara) hingga kini juga belum ada kepastian kapan berakhir. Sementara di sisi lain masih banyak wilayah lain belum mendapat layanan listrik dari PLN.
Salah satu wilayah yang tak mendapat layanan PLN itu adalah Desa Batanguru, Kecamatan Sumarorang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Namun sejak 2004 lalu, masyarakat desa ini berhasil mencukupi kebutuhan listrik mereka secara mandiri yang memanfaatkan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH).
PLTMH adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan aliran air sungai kecil (kali) yang mengalir di desa tersebut. Hebatnya, peralatan PLTMH yang digunakan merupakan karya masyarakat setempat.
Upaya tersebut mengantarkan Desa Batanguru terpilih sebagai Desa Mandiri Energi dari Pemerintah RI pada 2008 lalu. Kini, masyarakat di desa yang umumnya petani itu berhasil membuat dan memasarkan sendiri pembangkit listrik mikro hidro ke berbagai desa lain yang belum mendapatkan layanan listrik.
Tidak hanya di wilayah Sulbar, tapi juga sudah dipasarkan ke Sulsel, Sultra, dan Sulawesi Tengah (Sulteng). Keberhasilan Desa Batanguru menjadi desa yang mandiri energi listrik itu tak lepas berkat ide, inovasi, dan keuletan seorang bernama Ir Linggi.
Linggi memang lahir di Tana Toraja (Sulsel), 21 Januari 1964. Namun ayah tiga anak ini mengaku Batanguru adalah kampung halamannya. Sebab sejak kecil hingga besar, ia telah bermukim di desa yang umumnya dihuni etnis Mamasa-Toraja tersebut.
Cerita tentang sosok Linggi, alumnus Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin tahun 1992 lalu, dan perannya yang membuat Desa Batanguru mendapat penghargaan sebagai Desa Mandiri Energi tingkat nasional itu terekam dalam film dokumentar berjudul Cahaya Air Batanguru.
Film garapan Komunitas Film Rumah Ide Makassar bekerja sama dengan Yayasan BaKTI itu kembali ditayangkan di Kantor Yayasan BaKTI, Jl Dr Soetomo, Makassar, Senin (10/5) lalu. Pemutaran film ini dirangkaikan dengan diskusi yang menghadirkan Linggi sebagai pembicara tunggal.
Kegiatan tersebut dihadiri puluhan orang dengan latarbelakang yang beragam. Ada mahasiswa, pegawai pemerintah, pegawai BUMN, aktivis LSM, akademisi, dan jurnalis. (jumadi mappanganro)
Sumber:http://www.tribun-timur.com
Bagikan :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !



PASANG BANNER INI PADA BLOG ANDA

Copy Kode HTML di Bawah Ini

<a href="http://www.mamasaonline.com"><img border="0" src="http://pijarpustakamedia.com/mamasaonline480x320.gif" width="480" hight="320"/></a>

SAMBUTAN BUPATI MAMASA

Selamat dan sukses atas diluncurkannya portal berita www.mamasaonline.com semoga bisa menjadi media pemersatu dan sumber informasi serta media kontrol yang berimbang,obyektif serta inspiratif dalam rangka turut serta berperan aktif dalam upaya pembangunan Mamasa kedepan. Salam dari kami berdua, Ramlan Badawi dan Victor Paotonan (Bupati & Wakil Bupati Mamasa).

VIDEO

TWITTER

FB FANS PAGE

 
Support : Mamasa Online | Johny Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. mamasa online - All Rights Reserved
Template by Mamasa Online Published by Mamasa Online