Headlines News :
Home » » Keluarga Korban Pembunuhan di Mamasa Meradang

Keluarga Korban Pembunuhan di Mamasa Meradang

Written By Stepanus W B on Jumat, 21 Mei 2010 | 20.42


MO -- Puluhan keluarga Zakaria yang dibunuh mengamuk di kantor Polres Mamasa, Sulawesi Barat, Kamis (20/5), lantaran dihalangi masuk ke markas Polres. Keluarga korban memprotes kepolisian yang dinilai tidak cermat dan tidak maksimal dalam menyidik kasus pembunuhan yang diduga melibatkan banyak pihak.

Kericuhan terjadi saat pengujuk rasa berusaha menerobos masuk ke markas Polres namun dihadang barikade polisi. Kemarahan para keluarga korban menjadi-jadi saat aparat kepolisian yang berseragam mendorong salah satu pengujuk rasa agar tidak masuk ke dalam kantor polisi. Situasi agak mereda saat polisi membiarkan massa sampai ke depan ruang pelayanan.

Dialog akhirnya digelar. Dalam dialog ini para keluarga korban menuntut agar kasus pembunuhan Zakaria yang diduga menjad korban pembunhan berencana diusut tuntas. Kasus ini sendiri diduga melibatkan sejumlah preman bayaran.

Pihak kepolisian berjanji akan memeriksa sejumlah saksi-saksi lama dan sejumlah saksi-saksi baru, terkait bukti- bukti baru yang mereka terima dari keluarga Zakaria. Tidak menutup kemungkinan polisi akan kembali menetapkan tersangka baru.

Dalam kasus ini, polisi hanya menetapkan Franky, warga Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai tersangka tunggal dan dikenakan pasal penganiayaan sampai mati dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun.

Kasus pembunuhan ini kembali mencuat dan menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat Mamasa. Pasalnya, kasus tersebut diduga direncanakan. Dugaan ini muncul setelah ditemukan sejumlah bukti baru dan keterangan supir korban bernama Yusuf. Dari keterangan Yusuf, sehari sebelumnya korban cekcok dengan mertua yang datang menagih utang namun korban tidak membayarnya dengan alasan uang senilai Rp 30 juta belum bisa dicairkan.

Dari hasil visum, korban mengalami sejumlah pukulan benda keras di sekujur tubuh. Diduga kuat, korban dihabisi beramai-ramai di kafe remang-remang oleh sejumlah preman bayaran.(YUS)
Sumber:http://berita.liputan6.com
Bagikan :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !



PASANG BANNER INI PADA BLOG ANDA

Copy Kode HTML di Bawah Ini

<a href="http://www.mamasaonline.com"><img border="0" src="http://pijarpustakamedia.com/mamasaonline480x320.gif" width="480" hight="320"/></a>

SAMBUTAN BUPATI MAMASA

Selamat dan sukses atas diluncurkannya portal berita www.mamasaonline.com semoga bisa menjadi media pemersatu dan sumber informasi serta media kontrol yang berimbang,obyektif serta inspiratif dalam rangka turut serta berperan aktif dalam upaya pembangunan Mamasa kedepan. Salam dari kami berdua, Ramlan Badawi dan Victor Paotonan (Bupati & Wakil Bupati Mamasa).

VIDEO

TWITTER

FB FANS PAGE

 
Support : Mamasa Online | Johny Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. mamasa online - All Rights Reserved
Template by Mamasa Online Published by Mamasa Online