Daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Mamuju di Utara dan Barat, dengan Sulawesi Selatan di Timur, dan Kabupaten Polman di Selatan. Secara administratif, daerah ini terbagi menjadi 15 kecamatan, dan memiliki penduduk 121.921 jiwa, terdiri dari 61.261 jiwa pria dan 60.660 jiwa wanita tahun 2006.
Daerah ini punya potensi besar untuk dikembangkan antara lain di sektor perkebunan dengan komoditi berupa cengkeh, kelapa dalam, kelapa hibrida, kopi robusta, kopi arabika, kakao, lada, jambu mete. Untuk kegiatan pertanian bahan makanan masih menjadi hasil utama pertanian daerah ini, meliputi; padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau, kedelai, buah-buahan, dan sayur-sayuran.
Hasil pertanian diantaranya padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, sayuran, dan buah-buahan. Hasil perkebunan umumnya berupa kopi dan kakao, yang dikelola petani secara tradisional. Tanaman kopi yang dihasilkan petani Mamasa masih jadi bagian dari Kabupaten Polmas telah memberikan konstribusi dalam mengangkat nama Polmas sebagai penghasil kopi bahkan tidak sedikit kopi asal daerah ini yang dipasarkan ke Tana Toraja dan daerah lain.
Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB mencapai 61,18 persen atau Rp 266,4 milyar. Kontribusi pertanian terbesar berasal dari kopi baik jenis robusta maupun arabika. Besarnya kontribusi itu sampai 38 persen dari total kegiatan ekonomi. Bahkan kopi yang banyak dihasilkan di Kecamatan Tabang, Tanduk Kalua Bambang, Sesenapadang, dan Kecamatan Mamasa dipasarkan ke kabupaten tetangga seperti Kabupaten Tana Toraja. Hasil perkebunan lain yang dapat dijadikan andalan kakao. Hasil perkebunan rakyat banyak terdapat di Kecamatan Tabulahan dan Bambang.
Kecamatan Mambi yang terletak 610 meter di atas permukaan laut merupakan lahan subur bagi tanaman manggis. Dengan total panen sekitar 610 ton pada tahun 2006, Makassar menjadi daerah pemasaran utama bagi buah manggis.
Selain itu, populasi ternak berkembang di Kabupaten Mamasa. Populasi ternak terus dikembangkan untuk pemenuhan kebutuhan lokal dan pendapatan para peternak sendiri. Jenis ternak yang berkembang Sapi, Kerbau, Kuda, Kambing, dan Babi. Sedangkan untuk jenis unggas Ayam Kampung, Ayam Ras, dan Itik kurang begitu menonjol. Ternak Sapi banyak terdapat di Kecamatan Aralle dan Mambi, Kebau di Nosu dan Pana. Kecamatan Pana juga memiliki banyak Kuda.
Pembangunan sub sektor peternakan diarahkan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak untuk memenuhi konsumsi masyarakat akan makanan bergizi, disamping digunakan untuk meningkatkan pendapatan peternak. Diantara populasi ternak yang berkembang di Kabupaten Mamasa adalah ternak Sapi, Kerbau, Kuda, Kambing, dan Babi.
0 komentar :
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !