Headlines News :
Home » » Heli Gubernur Sulbar nyaris disandera di Mamasa

Heli Gubernur Sulbar nyaris disandera di Mamasa

Written By Stepanus W B on Kamis, 19 Mei 2011 | 01.43


MAMASA (TCN) — Tak puas dengan orasi Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh terkait kasus yang membelit Bupati Mamasa Obednego Depparinding dan 23 mantan anggota DPRD setempat, massa Obed nyaris menyandera helikopter yang membawa rombongan gubernur di Mamasa, Rabu 18 Mei.
Gubernur Anwar Adnan hadir di Mamasa untuk bertemu Obednego. Dalam kunjungan itu, mantan anggota DPR RI itu menyempatkan diri untuk berpidato di Lapangan sepak bola Mamasa. Hanya saja, pidato itu dianggap tak menyetuh substansi pada kasus yang menimpa Obednego hingga menyulut kemarahan warga. “Sandera heli gubernur… sandera helinya,” teriak pendukung Obednego disusul warga lainnya “Jangan biarkan gubernur pulang sebelum memberikan solusi. Kita mau gubernur ada sikap,” teriak koordinator lapangan Rudi Lombongan, yang disambut ratusan massa lainnya.

Anwar, kata Rudi, lebih banyak mengumbar janji-janji politik, bukan pada substansi persoalan terkait turunnya putusan MA. “Tak ada sedikitpun solusi atas putusan MA itu. Padahal kami berharap gubernur datang ke sini memberi solusi. Kalau seperti itu pidatonya, tidak ada artinya gubernur datang ke sini,” ujar Rudi.

Dalam orasinya, Anwar mengatakan, ia datang ke Mamasa bukan karena ada masalah. Menurutnya, di Mamasa tidak ada masalah, kedatangannya hanya ingin berkomunikasi dengan masyarakat setempat terkait kabar turunnya salinan putusan MA di beberapa media. “Saya ingin berkomunikasi, karena saya tahu ada kegelisahan saudaraku semua. Karena itu saya datang ke sini,” ujar Anwar yang disambut massa.

Anwar mengatakan, beberapa waktu yang lalu ia telah bertemu pemerintah pusat dan membicarakan pembangunan infrastruktur yang ada di Mamasa yaitu pembangunan bandara. “Jadi kita membicar- akan masalah pembangunan bandara,” katanya.

Gubernur mengingatkan, agar masyarakat tidak terprovokasi dengan berita-berita yang ada di surat kabar tentang putusan MA. Menurutnya, ia juga belum tahu persis kebenaran berita itu. “Saya hanya baca di koran,” ucapnya.

Karena itu, ia meminta agar masyarakat tidak larut dalam kegelisahan. “Mari kita bekerja dengan baik. Jangan terpancing,” katanya.

Saat emosi massa mulai tak terkendali, beberapa koordinator lapangan beru- saha menenangkan massa lewat mikropon. Obednego yang sedari tadi mendampingi Anwar terpaksa turun tangan untuk menenangkan massa.

“Tenang saudara-sau- daraku. Jangan kita kotori perjuangan kita dengan tindakan di luar kontrol. Kita berikan kepercayaan kepada gubernur untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Obed yang disambut yel-yel para pendukungnya.

Perjalanan gubernur menuju heli sempat terhalang beberapa saat. Beruntung aparat kepolisian berhasil menghalau desakan massa. Gubernur meninggalkan Mamasa sekitar pukul 14.30 Wita.

Saat kembali ke Mamuju, Anwar membantah jika dirinya disandera di Mamasa selama tiga jam. “Perlu saya jelaskan bahwa kunjungan saya ke Mamasa pada Rabu, 18 Mei, tiba jam 11.20 dijemput bupati, muspida dan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Tidak ada penyanderaan terhadap saya,” kata Anwar, malam tadi.

Anwar menjelaskan, dia memilih langsung ke Mamasa guna melakukan tiga agenda. Termasuk putusan MA terhadap Obed. “Agenda yang ketiga adalah saya melakukan rapat bersama muspida terkait penciptaan Mamasa yang kondusif,” lanjut Anwar.

Kantor Bupati Disegel

Sementara itu, pagi kemarin, ratusan massa menyegel kantor bupati Mamasa. Mereka melarang seluruh staf untuk berkantor.

Sesaat sebelumnya, Bupati Mamasa Obednego Depparinding, sempat memimpin apel pagi. Apel dihadiri pula Sekretaris Kabupaten Mamasa Ben- hart Buntutiboyong. Namun, begitu apel selesai, tiba-tiba ratusan orang bersenjatakan parang langsung menyerbu halaman kantor bupati. Sambil berteriak, menyuruh pegawai pulang.

Kedatangan massa yang terlihat beringas ini mengejutkan para pegawai. Mereka tidak bisa berbuat banyak, dan terpaksa tidak masuk kantor karena massa sudah menyegel seluruh ruang kerja di kantor bupati. “Kita tidak bisa berbuat banyak. Kita dilarang masuk kantor. Ya, terpaksa pulang karena kita takut. Mereka membawa parang panjang dan senjata tajam lainnya,” ujar seorang pe gawai.

Aksi penyegelan terhadap kantor Bupati Mamasa sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Akhir pekan lalu, kantor bupati juga disegel massa dan melarang pegawai masuk kantor. Aksi massa ini terkait putusan Mahkamah Agung (MA) yang menvonis 24 mantan anggota DPRD Mamasa periode 2004- 2009, termasuk Bupati Mamasa Obednego Depparinding, 1 tahun 8 bulan penjara.

Aparat kepolisian dari Polres Mamasa yang dipimpin langsung Kapolres, AKBP I Made Sunarta, tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya menonton aksi massa dan membiarkan begitu saja kantor disegel.

Sumber: Fajar Online
Bagikan :

5 komentar :

  1. Sedih juga ya melihat kondisi Mamasa saat ini. rasanya perubahan itu masih sangat jauh. Yang terjadi saat ini adalah Pejabat merampok hak rakyat melalui korupsi yang gila-gilaan, lalu ketika pejabat tersebut harus dihukum karena kasusnya, mereka gunakan sebagian kecil dari uang yg telah mereka korupsi untuk membayar rakyat kecil dan para preman agar mau membela mereka.
    Hmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
    Kasihannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

    BalasHapus
  2. Inilah saatnya berpikir yang dewasa menyikapi setiap permasalahan yang terjadi. Banyak pejabat tinggi di negeri ini yg mengalami hal demikian.Seharusnya tunjukkanlah jati diri kita selaku orang yg bertanggung jawab dalam setiap perbuatan kita.Lagian ngapain buat keributan di Daerah sendiri???? Ke Jakarta sana demo MA!!!!!maaf pasti tidak ada ongkossssss!!!

    BalasHapus
  3. Itulah hasil dari pemekaran...bagi bagi kekuasaan dan dengan begiu dapat kesempatan untuk korupsi. Sejauh ini kemajuan apa yang dicapai setelah pemekaran? energi habis hanya untuk saling menyerang. Infarastruktur di kabupaten Mamasa jauh lebih bagus sebelum pemekaran.

    BalasHapus
  4. Ha ha ha.
    Catat baik-baik wahai para pejabat Mamasa. Kenikmatan sesaat dari hasil korupsi ini pada saatnya nanti akan menyisakan penderitaan bagi anak dan cucu kalian. Saatnya nanti pasti akan muncul pemimpin yg benar2 prorakyat, dan hasil korupsi kalian akan diusut tuntas. Kalian mungkin tdk merasakan hukuman itu, karena yg akan merasakannya adalah anak cucu kalian.
    Saya tidak akan menyarankan kalian utk bertobat. Teruskanlah perbuatan korup ini dan nikmatilah. Kelak hukuman terhadap kalian dan anak cucu kalian niscaya akan lebih mengerikan.
    Selamat menikmati hasil korupsi kalian. Selamat.
    17 Mei 2011 00:05
    Anonim mengatakan...

    HARAP DIBACA

    apakah kita smua sadar ada unsur kepentingan didalam ini. ada unsur politk dengan dalih hukum untuk menjatuhkan seseorang.
    mari kita pelajari seksama.
    pada tahun 2005. PP.24 menganggarkan dana tersebut. (1,2 M). setahun sesudahnya KPK datang MENGAUDIT menggunakan PP 25. dan menganggap dana tersebut korupsi.
    setelah mengetahui itu. 24 anggota dewan dan sekwan. mengembalikan dana tersebut.

    JADI APA INI DI ANGGAP KORUPSI...?
    INGAT KORUPSI ITU MERUGIKAN NEGARA.
    APA INI MERUGIKAN NEGARA...?

    sadarkah kita ada unsur politik di dalam
    KENAPA HARUS MENCARI 1 JARUM YG HILANG SEMENTARA GAJAH YG HILANG LEBIH BANYAK

    hal yg harus kita ingat

    1. 24 anggota dewan mengambil dana tersebut sesuai UUD. PP. no 24. tahun 2005

    2. dana tersebut telah dikembalikan ke kas negara.

    3. apabila masalah ini berkelanjutan tdk menutup kemungkinan pemerintahan obed nego depparinding tdk berjalan.

    4. apabila 24 anggota dewan atau tokoh masyarakat kabupaten mamasa yg dipilih pada pemilu pertama tahun 2004 di eksekusi. maka mamasa akan kacau krn keluarganya pasti akan marah INI TDK MENYANGKUT HUKUM LAGI. TAPI MENYANGKUT HARGA DIRI YG TER INJAK2 OLEH HUKUM YG TIDAK BENAR.

    5. apabila KAB. MAMASA kacau tdk menutup kemungkinan akan DEGRADASI (kembali ke POLEWALI)
    3000 PNS hilang ARAH. RIBUAN PELAJAR tdk tw mw kemana.


    by. CULLEN
    ketua pelajar kab messawa


    pelajari kasus.y jangan jadi orang BODOH....!!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus
  5. Pemerhati Mamasa7 Juni 2011 01.45

    Kasus Mamasa "ADA" Oleh karena Pemerintah Pusat dan Propensi tdk melaksankan tugas dengan baik. Pemerintah Pusat harus mendampingi terus Daerah Yang Baru Dimekarkan. Kenapa Daerah Baru dimekarkan tidak jauh beda dari anak yang baru lahir. Dalam artian anak yang baru lahir Perlu perawatan, pengawasan, pembinaan dll. Jangan langsung divonis.....

    BalasHapus



PASANG BANNER INI PADA BLOG ANDA

Copy Kode HTML di Bawah Ini

<a href="http://www.mamasaonline.com"><img border="0" src="http://pijarpustakamedia.com/mamasaonline480x320.gif" width="480" hight="320"/></a>

SAMBUTAN BUPATI MAMASA

Selamat dan sukses atas diluncurkannya portal berita www.mamasaonline.com semoga bisa menjadi media pemersatu dan sumber informasi serta media kontrol yang berimbang,obyektif serta inspiratif dalam rangka turut serta berperan aktif dalam upaya pembangunan Mamasa kedepan. Salam dari kami berdua, Ramlan Badawi dan Victor Paotonan (Bupati & Wakil Bupati Mamasa).

VIDEO

TWITTER

FB FANS PAGE

 
Support : Mamasa Online | Johny Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. mamasa online - All Rights Reserved
Template by Mamasa Online Published by Mamasa Online