Headlines News :
Home » , » Agama Memainkan Peran atas Kelangsungan Budaya

Agama Memainkan Peran atas Kelangsungan Budaya

Written By Stepanus W B on Kamis, 10 Maret 2011 | 20.16


Kess Buijs seorang pendeta dan antropolog dari Belanda. Mengulas tentang agama dan kebudayaan masyarakat Toraja yang bermukim di kawasan pegunungan Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Akar-akar agama tua mereka yang sangat berhubungan dengan unsur perempuan dan laki-laki.

Tapi seiring perkembangan zaman, agama baru mulai memengaruhi perkembangan hidup mereka. Kepercayaan akan dewa bumi yang bermukim di belantara dan dewa langit yang berasal dari para arwah berangsur menghilang. Dewa bumi mulai ditinggalkan, dan kepercayaan pada yang 'di atas' menjadi dominan.

Dalam buku ini, Buijs mengurai bagaimana agama wahyu, seperti Kristen dan Islam memegang peranan penting dalam masa perkembangan modern. Dia mengurai rinci transformasi kepercayaan itu. Masyarakat Toraja lebih memfokuskan ke arah langit. Buijs mengatakan, pada satu sisi peralihan kepercayaan sesuai yang diinginkan agama wahyu, untuk percaya Tuhan sebagai pencipta di bagian atas. Tapi, di sisi lain beberapa kebudayaan yang seharusnya tetap abadi akhirnya ditinggalkan. “Saya kira, agama wahyu, seperti Kristen dan Islam memainkan peranan penting dalam hal ini,” katanya.

Ada citra yang berkembang di kalangan masyarakat Toraja, menggelar upacara atau ritual yang berhubungan dengan para dewa-dewa sudah menyalahi aturan agama yang mereka anut. Bahkan, kepercayaan dan kesakralan ritual kini mulai terasa hambar. Buijs mencontohkan, ketika orang Toraja melakukan upacara atau ritual, semua berangsur difokuskan pada seorang laki-laki atau saat ini adalah pendeta. Masyarakat Toraja dominan menganut agama Kristen.
Padahal, untuk mendapat kesempurnaan pada masa lalu, laki-laki dan perempuan harus saling selaras seperti kekompakkan dewa bumi dan langit agar mendapat berkat dan rahmat yang baik untuk kehidupan.

Misalnya upacara me'kolong yang dilakukan untuk memanggil jiwa-jiwa keluarga yang berkabung, bukan arwah yang telah mati untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik di dunia. Upacara ini dipimpin oleh seorang imam perempuan atau toburake. “Sekarang semua itu sudah tidak ada. Mereka beralih dan menggantikannya dengan kepala adat atau pendeta,” kata Buijs.

Buku Kuasa Berkat dari Belantara dan Langit (Power of Blessing from the Wilderness and from Heaven) membawa kita melihat dengan jujur keudayaan dan akar kekuatan masa lalu masyarakat Toraja. Menurut Buijs, kepercayaan masyarakat Toraja diperkirakan lebih awal dari masuknya ajaran Hindu-Buddha ke wilayah pesisir Indonesia sekitar 1500 tahun lalu.

Salah satu yang menarik adalah, bagaimana Buijs mengurai semua budaya dulu tanpa mengingatkannya dengan agama yang seharusnya mejadi pedoman. “Untuk mengurai kebudaya dan tradisi, agama baru tak berfungsi. Yang saya sayangkan bagiamana kebudayaan dan kepercayaan yang sudah tumbuh dengan jutaan tahun lalu tiba-tiba menghilang,” katanya.
Buijs juga merekam, perbedaan masyarakat Toraja di Mamasa Sulawesi Barat dan Tana Toraja di Sulawesi Selatan, mulai dari infrastruktur hingga ciri hidup mereka sehari-hari. Menurutnya, perbedaan dua masyarakat yang sama ini karena faktor wilayah, di Mamasa masih sedikit tertinggal di banding di Tana Toraja.

Bahkan, perbedaan pada rumah huni (tongkonan) yang berbeda. Di Tana Toraja, atap rumah cukup menjulang dan sangat tinggi. Selalu ada renovasi, sementara di Toraja Mamasa tidak terlalu tinggi dan mencolok. “Ada banyak perbedaan, sangat banyak. Sekarang saya lihat beberapa ukiran di Tana Toraja juga mengalami perubahaan, gambar kerbau digantikan dengan lambang ayam jago. Saya tidak tahu kenapa,” kata Buijs.

Tapi, yang jelas buku ini akan menjadi catatan keberagaman masyarakat Toraja yang tak akan habisnya untuk terus dilakukan penelitian. Dan tentu saja untuk kajian lain tentang masyarakat Toraja khususnya di Mamasa buku ini patut menjadi referensi.

Oleh: Eko Rusdianto

Sumber: http://penerbit-ininnawa.blogspot.com/
Bagikan :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !



PASANG BANNER INI PADA BLOG ANDA

Copy Kode HTML di Bawah Ini

<a href="http://www.mamasaonline.com"><img border="0" src="http://pijarpustakamedia.com/mamasaonline480x320.gif" width="480" hight="320"/></a>

SAMBUTAN BUPATI MAMASA

Selamat dan sukses atas diluncurkannya portal berita www.mamasaonline.com semoga bisa menjadi media pemersatu dan sumber informasi serta media kontrol yang berimbang,obyektif serta inspiratif dalam rangka turut serta berperan aktif dalam upaya pembangunan Mamasa kedepan. Salam dari kami berdua, Ramlan Badawi dan Victor Paotonan (Bupati & Wakil Bupati Mamasa).

VIDEO

TWITTER

FB FANS PAGE

 
Support : Mamasa Online | Johny Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. mamasa online - All Rights Reserved
Template by Mamasa Online Published by Mamasa Online