Headlines News :
Home » » SEJARAH Lahirnya KONDOSAPATA 2: APAKAH KONDOSAPATA ITU??

SEJARAH Lahirnya KONDOSAPATA 2: APAKAH KONDOSAPATA ITU??

Written By Stepanus W B on Jumat, 21 Mei 2010 | 22.32



KONDOSAPATA dalam arti luas, adalah wilayah tanah adat yg didiami sekelompok orang dan memiliki prinsip-prinsip hidup yg sangat baik, beradab, punya falsfah yg sangat kokoh, yg berfungsi untuk mengikat masyarakat sosial yg ada di dalamnya, saling menghargai, saling menghormati, saling menyayangi agar tetap hidup dalam kekeluargaan, rukun dan damai. Prinsif dan falsafah hidup yg dipakai, diinplementasikan dalam nilai-nilai kehidupan sosial, adat istiadat, budaya dari generasi ke generasi berikutnya.
Arti Harfiah : Sebuah sawah yg luas (KONDO) hanya satu pematang (SAPATA), dengan air yg merata di semua teras sawah tersebut (UAI SAPALELEAN)

Arti Filosofinya, KONDOSAPATA UAI SAPALELEAN, berarti hanya satu wilayah (Sapata), tidak bisa dipisahkan, dan masyarakatnya hidup adil dan mempunyai hak yg sama (Uai Sapalelean).

Wilayah KONDOSAPATA, mencakup daerah Pesisir, Mamuju (Pamboang) Ulu Manda', sampai ke daerah Binuang. Sementara daerah pedalaman (pegunungan) mencakup Tabulahan (Rantebulahan), Bambang, Mambi, Aralle, Matangganga, Malabo (Tanduk Kalua') Balla, Mamasa, Sesena Padang, sampai ke wilayah Tabang. MUlai dari Suppiran, Sepang, Messawa, Tabone Sumarorong, Pana' sampai ke Nosu. Itulah wilayah KONDOSAPATA dengan julukan PITU ULUNNA SALU, KARUA BA'BANA MINANGA.
Pitu Ulunna Salu, Karua Ba'bana Minanga adalah bahasa Kondosapata asli (bahasa ibu), artinya Tujuh Hulu dan Delapan Muara yg ada di wilayah Kondosapata. Ketujuh hulu dan delapan muara ini didiami oleh keturunan PONGKA PADANG, yg mempunyai tujuh anak dan 11 cucu.
Ke tujuh anak dan 11 cucu inilah yg membagi wilayah Kondosapata mulai dari pesisir sampai ke pedalaman/pegunungan. Konon kabarnya tanah adat KONDOSAPATA sdh berusia ratusan tahun. Tanah ini subur dan makmur yg saya temukan dalam bahasa Orang tua sbb : KONDOSAPATA UAI SAPALELEAN, TONDOK PONNO RANNU, TONDOK DIPILEI LANGSA' TONNO BUA MATASAK. TONDOK MALOMO' MASAPI, MA'KAMPIPI'BAI TORAYA. TAE' DENGAN LASUSIANNA, SALUNNA TIAMPALLEN MA'A, TIETTEN DOTILANGI, TANG SORE-SORE UAINNA, TANGKATTU KALIMBUANGNA, TANG MATTI TIMBUNNA. Artinya, kurang lebih seperti ini : KONDOSPATA UAI SAPALELEAN, adalah tanah yg penuh harapan, negeri pilihan terbaik, banjir buah-buahan, wilayah yg subur seperti lemak belut sungai, lemak babi Toraja. Negeri yg tidak ada bandingannya, sungainya terbentang jauh, bak ukiran awan di langit, airnya tak akan surut, mata airnya tak terputus dan sumurnya tak akan kering.
Semboyan, dalam bahasa Mamasa (Singgi') yg terus dilestarikan itu, kita bisa menterjemahkan betapa suburnya wilayah ini, merupakan pemberian Tuhan sehingga bumi Kondosapata menjadi wilayah yg penuh harapan TONDOK PONNO RANNU).
Sementara KONDOSAPATA UAI SAPALELEAN SENDIRI memiliki arti, sebuah sawah yg luas yg memiliki hanya satu pematang tapi airnya merata. Dalam arti sesungguhnya, walauapun wilayah ini luas, tetapi masyarakatnya mendapat hak dan keadilan yg sama.
Prinsip atau falsafah hidup yg melekat dalam nama wilayah ini sangat memperjelas JATI DIRI dan INTEGRITAS warga KONDOSAPATA.
Prinsip dan kebiasaan hidup warga di Bumi Kondospata betul-betul diimplementasikan dalam kehidupan, bahasa, adat istiadat, upacara, agama dan kehidupan sosial umum.
PRINSIP SALING MENGHARGAI dapat ditemukan dalam simbol-simbol seperti : SITAYUK, SIKAMASEI, SIRANDE MAYA-MAYA. Artinya saling menghormati, saling menghargai, saling mengasihi dan saling mengangkat satu dengan yg lain.
KONDOSAPATA dalam perubahan dari waktu ke waktu, dapat dibagi tiga. Yaitu : masa pemerintahan adat, masa pemerintahan Belanda, dan Masa Pemerintahan Repulik Indonesia.

Selama masa pemerintahan Belanda, sempat terjadi beberapa kali perubahan nama. Sebelum egresi militer Belanda (Compeni) memasuki wilayah Indonesia, wilayah ini masih bernama PITU ULUNNA SALU KARUA BA'BANA MINANGA. Namun pada awal abad dua puluhan, saat agresi Belanda (COMPENI) masuk wilayah Indonesia, wilayah KONDOSAPATA pun dikuasai pemerintah Belanda. Menurut sejarah yang dicatat Drs Adrianus Mandadung dalam bukunya. "Keunikan Budaya Pitu Ulunna Salu, Kondosapata Mamasa", Kolonial Belanda masuk wilayah Kondosapata pertama kalinya pada tahun 1907. Nah berdasarkan Staatsbland, N0 : 43 Tahun 1917, daerah Pitu Ulunna Salu dipecah menjadi dua wilayah adminstrasi, yaitu ONDERAFDELING PITU ULUNNA SALU dengan ibu kotanya di Mambi dan ONDERAFDELING BOVEN BINUANG dengan ibu kotanya di MAMASA. (Sebelumnya ada usulan ibu kotanya di Malabo). Kedua wilayah Administrasi tersebut di bawah naungan pemerintahan AFDELING MANDAR yg ibu kotanya ada di MAJENE.
Dengan pembagian wilayah ini, Belanda melihat tdk membawa dampak kemajuan. Maka berdasarkan Staatsbland No.467 Tahun 1924, Kedua wilayah ondersfdeling ini dilebur kembali menjadi satu dengan nama : 'ONDERAFDELING BOVEN BINUANG EN PITU ULUNNA SALU dengan ibu kota ada di MAMASA.
Sebagai catatan, bahwa wilayah kondosapata juga pernah diacak-acak oleh pemerintah Belanda menjadi tiga wilayah, yaitu : HULF BESTUUR AMTENAR MAMBI, meliputi, enam distrik Sbb : Tabulahan, Aralle, Mambie, Bambang, Rantebulahan, Matangnga dengan ibu kotanya di MAMBI.
Kedua : HULF BESTUUR AMTENAR MAMASA, meliputi tujuh Distrik (Kecamatan), yaitu : Messawa, Tabone, Mala'bo', Osango, Mamasa (Rambusaratu'), Tawalian. Orobua, dengan ibu kotanya di MAMASA.
Ketiga : HULF BESTUUR AMTENAR PANA' meliputi empat Distrik (kecamatan), yaitu : Nosu, Pana', Ulu Salu, Tabang dengan ibu kotanya di PANA'. Tulisan sebelumnya, baca di:

Octovianus Danunan, Pendiri Group Kondosapata.
Bagikan :

10 komentar :

  1. KONDO SAPATA MELIPUTI WILAYAH PUS DAN PITU BA'BANA BINANGA??????
    WAH...LUCU...YANG NULIS INI PASTI PELAWAK...KAMU DAPAT REVERENSI DARI MANA...????
    BUNG...YANG KAMU HARU TAU, ADALAH SEJARAH MUNCULX TO' PAO, SUPAYA ORANG MAMASA TAU ASAL-USUK MEREKA..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hasil pertemuan upacara adat To'pao Mamasa, menerbitkan keputusan lembaga adat no 16/IX/LAM/Budaya/1994, tanggal 17 september 1994 yang merupakan fatwa adat mamasa yaitu sebagai berikut ;
      1.To'pao adalah monumen milik bersama yang mempersatukan semua orang kondo sapata' dengan identitas khas mamasa yang tetap bernama kondo sapata' uai sapa lelean dalam semangat mesa kada {persatuan}.
      2.To.pao resmi telah terdaftar sebagai budaya nasional yang merupakan wasiat ikrar leluhur mamasa sebagai saksi hidup yang tetap di gelar sebagai Lontak Tuo {pusaka hidup} bagi semua orang kondosapata' dimanapun berada. Dan semua larangan dalam surat wasiat dan nasehat leluhur mamasa tidak boleh di langgar. Tokeran Sepuk tetap di simpan orang tua di desa osango.
      3. identitas nama kondo sapata' tetap identik dengan jati diri sendiri, individu sebagai anggota masyarakat asli mamasa, memiliki nilai budaya dan filsafat tersendiri, di mana kata mamasa adalah DOKUMEN KESABARAN dalam kondo sapata' sehinnga kondo sapata' mampu membedakan diri dengan kerukunan yang lainnya, memiliki strategi-strategi kehidupan oleh semua anggota kerukunan kondo sapata' di wilayah perantauan, kondo sapata' mampu berdialog secara konstruktif, memahami gender atau status sosial dalam kebersamaan, sehingga kondo sapata' bersahabat dengan semua kerukunan dan menjadi relasi yang istimewa untuk mewujudkan seni budaya yang asli, memelihara tradisi pentayukan dalam gotong royong dan berperan untuk peduli akan persoalan masyarakat, membawa SHALOM dan Damai bagi semua.
      4.Keputusan/kesepakatan semua tokoh-tokoh kondo sapata' bersama masyarakat kondo sapata' yaitu tetap dalam prinsip MESA KADA untuk mendukung perjuangan daerah kabupaten, dengan nama kabupaten mamasa. Dengan ibukota kabupaten berkedudukan di kota Mamasa{tempat monumem To'pao}.
      Semua masyarakat Mamasa yang tetap memegang nilai-nilai luhur kondo sapata' dapat berpartisipasi berupa sumbangan pemikiran dan dana, untuk tekad perjuangan terwujudnya kabupaten Mamasa {1994}
      5.Seseorang yang telah menyatakan dirinya keluar dari ikatan kondo sapata' {kemauan sendiri} di anggap sebagai tindakan yang melawan jati diri sendiri dan melawan Azasi Mesa Kada {pemberontakan}.

      maaf....... masih bersambung.......

      Hapus
  2. OUW,,... darimana kemana kondosapata berkuasa sampai kedaerah pesisir, tidak satupun dlm teks2 peninggalan masa lampau yg menjelaskan itu... sy blng anda tidak punya landasan yg kuat, ini tulisan2 bodoh

    BalasHapus
    Balasan
    1. orang bodoh termasuk orang yang tidak mengetahui adat dan buta sejarah.

      Hapus
  3. nama kondosapata adalah nama organisasi massa yang ada di kendari yang terbentuk sekitar tahun 1960-an,

    Kondosapata artinya sepetak sawah yang dapat di artikan sebagai bagian percabangan organisasi Kastor di Kendari.

    nama Kondosapata terbentuk dari perkumpulan orang2 yang berasal dari toraja bagian barat yang bermukim di Kendari pada sekitar tahun 1960-an.

    jika ada yang ingin bantah komentar ini, silahkan.

    jadi semua orang2 toraja yang merasa dirinya dari toraja bagian barat, pada sekitar tahun 1960-an masuk pada organisasi Kondosapata.

    BalasHapus
  4. Berbicara budaya, seringkali mengaitkan agama. Pertanyaannya apakah nenek2 qt dlu, hanya mempunyai 2 atw lbih keyakinan beragama, atw tdk sm skali memiliki keyakinan beragama. Krn gengsi sprt inilah g sringkali membuat konflik diantara kita. Trima kasih

    BalasHapus
  5. Wilayah Hadat PUS it Tabulahan tdk sama dengan Rantebulahan.

    BalasHapus
  6. hanya sedikit komentar... bahwa Tabulahan dan Rantebulahan itu beda. bahkan brjarak puluhan km.

    BalasHapus
  7. Bukti sejarah kondo sapata' yang ada di Museum Negeri Belanda dalam buku ZCGK/ Zendings Deputaten tulisan DS.Van Dalen, tentang batas wilayah kondo sapata' adalah HARGA MATI yang di kenal dari awal sejak adanya agama,suku,aluk tomatua/adat mappurondo. Wilayah Kondo sapata' tertulis dalam tokeran sepuk di simpan didesa osango mamasa adalah ;
    1. kabupaten mamasa.
    2. kabupaten tana toraja yang meliputi bonggakaradeng/simbuang mappa.
    3. kabupaten polewali mandar yang meliputi saruran,pasapak bone-bone.
    4.kabupaten mamuju yang meliputi minanga,galumpang.

    wilayah kondo sapata' adalah HARGA MATI artinya jika seseorang keluar dari kondosapata maka orang tersebut beserta keturunannya akan mati atau perlahan-lahan akan habis dan tidak akan di ingat lagi karena telah di anggap pemberontak. Hal tersebut merupakan sumpah leluhur yang di buktikan dengan adanya monumen To'pao di mamasa.

    jika seseorang yang keluar dari kondo sapata' telah sadar akan kehilafannya maka orang tersebut harus meminta maaf di hadapan tokoh2 adat kondosapata yang dilakukan di monumen To'pao mamasa dengan mengorbankan sejumlah tedong agar orang tersebut tak termakan sumpah leluhur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika seseorang keluar dari kondosapata atau tidak mengakui adanya kondo sapata' berarti orang tersebut akan termakan sumpah leluhur. Makanya yang ingin menghilangkan jati diri sebagai orang kondosapata' pikir2 dulu deh. Ngeri juga tuh sumpah. makanya janganlah bersumpah demi apapun juga, jika Ya katakan YA.. jika TIDAK katakan TIDAK.
      "Orang yang berbahagia adalah orang yang memegang sumpah, walaupun rugi".

      Hapus



PASANG BANNER INI PADA BLOG ANDA

Copy Kode HTML di Bawah Ini

<a href="http://www.mamasaonline.com"><img border="0" src="http://pijarpustakamedia.com/mamasaonline480x320.gif" width="480" hight="320"/></a>

SAMBUTAN BUPATI MAMASA

Selamat dan sukses atas diluncurkannya portal berita www.mamasaonline.com semoga bisa menjadi media pemersatu dan sumber informasi serta media kontrol yang berimbang,obyektif serta inspiratif dalam rangka turut serta berperan aktif dalam upaya pembangunan Mamasa kedepan. Salam dari kami berdua, Ramlan Badawi dan Victor Paotonan (Bupati & Wakil Bupati Mamasa).

VIDEO

TWITTER

FB FANS PAGE

 
Support : Mamasa Online | Johny Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. mamasa online - All Rights Reserved
Template by Mamasa Online Published by Mamasa Online