Headlines News :
Home » » Oktavianus, Sosok Penting di Balik Beton Fly Over Makassar

Oktavianus, Sosok Penting di Balik Beton Fly Over Makassar

Written By Stepanus W B on Selasa, 26 Januari 2010 | 15.53

Mental kuat khas tentara dari ayahnya, orang Ambon lahir di Mamasa dan ibunya asal Enrekang benar-benar menjadi bagian dari Octavianus, sosok penting di balik pembangunan fly over yang kemarin diresmikan penggunaannya. Demikian pentingnya peran itu, sehingga Udhin Palisuri, seorang Budayawan kenamaan Sulawesi Selatan secara khusus menulis profile Octavianus melalui Harian Fajar, koran terbesar di Indonesia Timur. Berikut tulisan lengkapnya.

Nama Oktavianus tak terpisahkan dan menjadi satu paket dengan fly over Makassar. Oktavianus adalah sosok yang berperan penting di balik tembok beton fly over. Sebagai Kepala SNVT, tugas Oktavianus berkaitan erat dengan preservasi, pembangunan jalan dan jembatan.

Kota Makassar boleh bangga punya fly over (jalan layang). Monumen megah itu kini tegak berdiri di kota metro Makassar. Peresmian fly over Makassar ditandai video conference Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Selasa 26 Januari 2010 di ruang kerja Gubernur Sulsel langsung dari Cirebon, Jawa Barat.

Gubernur Sulsel secara rinci menguraikan prestasi dan tantangan yang dihadapi Sulawesi Selatan langsung kepada Presiden. Tampak hadir Wagub Sulsel, Ketua DPRD Sulsel, anggota Muspida Sulsel dan sejumlah pejabat di daerah ini.

Peristiwa bersejarah tersebut menjadi tonggak pembangunan jalan dan jembatan di wilayah bagian Timur Indonesia. Ya, fly over kota Makassar dibangun untuk meningkatkan infrastruktur, demi kelancaran arus lalu lintas, serta kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.

Kehadiran fly over di Makassar melalui perjuangan berat. Tugas yang tidak ringan. Menjadikan hubungan batin antara manusia, bukan semata-mata ikatan persaudaraan. Membangun fly over membutuhkan pendekatan manusiawi. Terutama mengenai urusan pengambilan kebijakan, pembebasan lahan dan pengalokasian dana konstruksi.

Dana pembangunan jalan layang dibiayai APBN, lewat DIPA tahun 2006. Modalnya surat Gubernur Sulsel dan rekomendasi Walikota Makassar. Biaya pembangunan fly over didukung APBD Makassar dan bantuan Gubernur melalui APBD Sulawesi Selatan.

Jelasnya, bantuan pemerintah pusat 60 persen, APBD Sulsel 25 persen dan APBD Makassar 15 persen. Panjang jembatan 314 m, panjang oprit barat 286,60 m, sedang oprit timur 270,10 m dan panjang total 870,10 m. Luasnya kurang lebih 20.000 m2. Lahan lingkar fly over semuanya sudah lunas.

Terlambatnya pekerjaan pembangunannya fly over karena alasan utilitas. Termasuk pekerjaan pipa PDAM, tiang listrik, galian kabel, tiang telepon, dan pembebasan tanah masyarakat. "Sembilan bulan lamanya kontraktor menanti pengamanan lokasi," ungkap Oktavianus. Bukan cuma itu.

Pihak proyek dengan terpaksa menerima caci maki, mendapat kritik habis-habisan tanpa ampun. Namun Oktavianus tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada Universitas 45 yang bersedia memundurkan pagar kampus 10 meter sampai 15 meter.

Ya, pekerjaan pembangunan fly over Makassar berjalan mulus berkat support Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, dan kebijakan Menteri PU.

Nama Oktavianus tak terpisahkan dan menjadi satu paket dengan fly over Makassar. Oktavianus adalah sosok yang berperan penting di balik tembok beton fly over. Sebagai Kepala SNVT, tugas Oktavianus berkaitan erat dengan preservasi, pembangunan jalan dan jembatan.

Namun sekarang ia boleh bernapas lega. Pekerjaan konstruksi fly over Makassar, mulai dari bangunan bawah, bangunan atas, lands chap dan pemasangan tiang-tiang lampu rampung sebagaimana jadwal yang direncanakan.

Bukan Mimpi

Ayah Oktavianus, Mayor Fernandez (alm), orang Ambon kelahiran Mamasa. Seorang prajurit TNI dari corps baret hitam, pasukan Kaveleri dari Bandung. Tahun 1963 sampai akhir hayatnya bertugas di Kodam XIV/ Hasanuddin. Ibunya, Agustina, berasal dari Kabupaten Enrekang.

Oktavianus lahir di Bandung pada 2 Oktober 1956. Dari istri tercinta, Enggelyn, SH, di karuniai tiga putra. Riwayat pendidikan Oktavianus mulai dari SD Pacinnong Tello, SMP Frater Makassar, SMA Negeri I Makassar dan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.

Perjalanan karier Oktavianus penuh suka duka. Setiap tantangan dihadapi dengan tabah dan sabar. Ia tak suka mengeluh. Baginya, semua tugas sama pentingnya. Kuncinya, adalah penyelesaian. Dalam bekerja tak mengenal istilah "setengah hati."

Semua pekerjaan dilaksanakan dengan pasti, penuh optimisme. Oktavianus punya prinsip dan teguh pada pendirian. Sosok pegawai yang patuh dengan perintah atasan. Bekerja sesuai ketentuan, menurut aturan.

Berani mengemukakan ide, pemikiran-pemikiran baru untuk sesuatu yang lebih baik. Hal ini juga diwujudkan dalam pembangunan fly over kota metro Makassar. Pekerjaan skala kecil dan skala besar dilaksanakan penuh tanggung jawab.

Selama ini, ia bersusah payah membuktikan kemampuan dalam bekerja. Fokusnya adalah meraih sukses. Menurut Oktavianus, setiap pahlawan berbuat untuk dirinya, menyenangkan orang lain.
Peresmian pembangunan fly over kebahagiaan tersendiri baginya.

"Saya sangat terharu," kata Oktavianus setelah menyaksikan fly over berdiri kokoh mengukir langit. Oktavianus mengisahkan sebuah pengalaman pribadi. Bahwa ia dahulu bermimpi dan bercita-cita membangun fly over di Makassar.

Waktu itu tahun 1986, saat jalan tol Makassar baru mulai dibangun, sekali lagi, ide besar tersebut hanya angan-angan, sebuah mimpi. Pertimbangan rasional waktu itu, betapa sulit membangun fly over. Namun kini, setelah 22 tahun waktu berlalu, mimpi itu menjadi kenyataan. Bahkan Oktavianus turut berperan dalam pembangunan fly over Makassar. Bukan mimpi. Fly over sudah menjadi realitas.

Merangkak dari Bawah

Oktavianus gila kerja. Tidak gampang menyerah. Tegar dalam menghadapi setiap cobaan hidup. Semua tantangan akan diterima dengan kepala dingin. Selalu berusaha berpikir jernih. Memelihara emosi tidak akan menyelesaikan masalah. Demikian pula sifat arogansi membuat lingkungan tidak nyaman, pergaulan menjadi sempit. Pengalaman hidupnya menjadi pelajaran sangat berharga.

Perjalanan kariernya merangkak dari bawah. Awalnya Oktavianus melamar dan ikut tes calon pegawai negeri di Departemen PU. Prosesnya tidak mulus. Setelah lulus dan diterima menjadi pegawai, tak pernah pilih-pilih pekerjaan. Semua tugas dilakoni dengan serius. Mula-mula sebagai staf teknik Direktorat Jalan (Dithar).

Setahun kemudian, tepatnya tahun 1982 dimutasikan ke Sulawesi Selatan dan bertugas pada proyek jalan arteri. Dari sini mendapat kepercayaan sebagai konsultan di Virama Karya. Makanya, waktu anak keduanya lahir diberi nama Vika (Virama Karya).

Tugas selanjutnya sebagai anggota Tim Supervisi pembuatan jalan tol. Kemudian jabatan Senior Inspektur, dan Kepala Seksi Teknik di Sub Bidang Perencanaan Bina Marga. Melalui tes yang amat ketat, Oktavianus dinyatakan lulus belajar tentang pembangunan jalan raya (high way) di Sidney, Australia.

Sebagai pegawai yang memiliki keahlian, Oktavianus di tetapkan selaku Asisten Perencanaan Jalan Kabupaten dan Kota Sulawesi Selatan. Setahun menjabat Pimpro jalan Mamuju-Pasangkayu di Mamuju, dipromosikan sebagai Kadis PUD Mamuju. Sementara sibuk bekerja melakukan pembenahan, tiba-tiba Oktavianus kena mutasi.

Lagi-lagi, Oktavianus harus kembali dari bawah. Dia kemudian mendapat kepercayaan melaksanakan tugas sebagai Bagian Proyek peningkatan jalan Maros-Pangkajene-Parepare. Ini cikal bakal proyek rehabilitasi jalan Makassar-Parepare dengan pekerjaan pelebaran dan pembangunan jalan beton.

Akhirnya mendapat kepercayaan dan kehormatan sebagai penanggung jawab pembangunan fly over kota metro Makassar yang diresmikan Presiden SBY. Semoga Oktavianus tidak lagi merangkak menggapai hari depan. ***

Penulis: Udhin Palisuri, Budayawan Sulsel
sumber: http://www.fajar.co.id
Bagikan :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !



PASANG BANNER INI PADA BLOG ANDA

Copy Kode HTML di Bawah Ini

<a href="http://www.mamasaonline.com"><img border="0" src="http://pijarpustakamedia.com/mamasaonline480x320.gif" width="480" hight="320"/></a>

SAMBUTAN BUPATI MAMASA

Selamat dan sukses atas diluncurkannya portal berita www.mamasaonline.com semoga bisa menjadi media pemersatu dan sumber informasi serta media kontrol yang berimbang,obyektif serta inspiratif dalam rangka turut serta berperan aktif dalam upaya pembangunan Mamasa kedepan. Salam dari kami berdua, Ramlan Badawi dan Victor Paotonan (Bupati & Wakil Bupati Mamasa).

VIDEO

TWITTER

FB FANS PAGE

 
Support : Mamasa Online | Johny Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. mamasa online - All Rights Reserved
Template by Mamasa Online Published by Mamasa Online