Headlines News :
Home » » MAMASA AKAN TERAPKAN KONSEP TOKOH BANGLADESH

MAMASA AKAN TERAPKAN KONSEP TOKOH BANGLADESH

Written By Stepanus W B on Selasa, 10 November 2009 | 19.57


MO --Konsep tokoh Bangladesh penerima hadiah Nobel, Dr Muhammad Yunus, yaitu konsep tentang pemberdayaan masyarakat desa, akan diterapkan di 66 desa di Sulbar mulai tahun 2010.

Untuk menerapkan konsep ini, Pemprov Sulbar bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Rektor Unhas Prof Dr dr Idrus A Paturusi datang langsung ke Mamuju bersama sejumlah pakar untuk mempresentasekan konsep tersebut.
Presentasi berlangsung di ruang pola Kantor Gubernur Sulbar, Mamuju, Senin (9/11). Hadir Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, Wakil Gubernur Amri Sanusi, Wakil Ketua DPRD Sulbar sementara AM Natsir Nawawi, sejumlah kepala dinas/badan, dan perwakilan pemerintah kabupaten.
Tiga pakar tampil memberikan presentase, yaitu Dr Dwia Ariestina NK (pakar sosiologi/ Pembantu Rektor IV Unhas), Dr Rusnadi Padjung MSc (Kepala Divisi Tata Ruang dan Pengembangan Wilayah Lembaga Penelitian Unhas), dan Prof Dr Lawalenna Samang (guru besar teknik sipil).
Menurut Rusnadi Padjung, program ini dinamakan Bangun Mandar yang merupakan gerakan pembangunan desa mandiri berbasis masyarakat. hal yang melatarbelakangi program ini di antaranya karena hampir 100 persen desa merupakan desa tertinggal di mana rumah tangga miskin belum keluar dari perangkap kemiskinan.
"Perlu pendekatan lain selain pertumbuhan ekonomi seperti pemberdayaan masyarakat, kemiskinan terkonstruksi di desa, dan pemandirian desa," kata Rusnadi.
Ia menambahkan, hal yang harus dilakukan untuk menjalankan program ini adalah penyediaan sumber daya seperti pembangunan infrastruktur, penyediaan modal, bantuan sarana produksi.
Juga pengorganisasian masyarakat seperti pembentukan kelompok, penguatan kelembagaan, pengembangan jaringan. Juga harus ada penyadaran yang mencakup refleksi masalah dan potensi, pemetaan swadaya, dan social mapping.
Sedangkan integrasi pendekatan yang dilakukan adalah top-down (dari atas ke bawah) dan buttom-up (dari bawah ke atas). Hubungan timbal balik dari pemerintah ke masyarakat. Pemerintah melakukan rekayasa sosial dan di masyarakat terjadi pembelajaran sosial.(rus)



Ujicoba hingga 2013
PROGRAM pemberdayaan masyarakat desa ini akan di ujicoba hingga tahun 2013. Program mulai dijalankan mulai Januari 2010 di 66 desa di lima kabupaten yaitu Polman, Mamasa, Majene, Mamuju, dan Mamuju Utara.
Tiap tahun akan diujicoba pada 66 desa hingga seluruh desa di Sulbar bisa mendapatkan program ini. Kriteria pemilihan desa adalah yang paling tertinggal dari aspek aksessibilitas, perkembangan ekonomi, persentase kepala keluarga miskin.
"Kalau program ini berhasil maka gubernur-nya yang akan mendapat hadiah Nobel. Atau, paling tidak masyarakat akan kembali memilihnya untuk menjadi gubernur periode kedua," kata Rektor  Unhas Idrus Paturusi sambil bercanda.(www.tribun-timur.com)
Bagikan :

0 komentar :

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !



PASANG BANNER INI PADA BLOG ANDA

Copy Kode HTML di Bawah Ini

<a href="http://www.mamasaonline.com"><img border="0" src="http://pijarpustakamedia.com/mamasaonline480x320.gif" width="480" hight="320"/></a>

SAMBUTAN BUPATI MAMASA

Selamat dan sukses atas diluncurkannya portal berita www.mamasaonline.com semoga bisa menjadi media pemersatu dan sumber informasi serta media kontrol yang berimbang,obyektif serta inspiratif dalam rangka turut serta berperan aktif dalam upaya pembangunan Mamasa kedepan. Salam dari kami berdua, Ramlan Badawi dan Victor Paotonan (Bupati & Wakil Bupati Mamasa).

VIDEO

TWITTER

FB FANS PAGE

 
Support : Mamasa Online | Johny Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. mamasa online - All Rights Reserved
Template by Mamasa Online Published by Mamasa Online